Wednesday, December 13, 2017

7 Hal Ini Lagi Tren di Kalangan Mahasiswi Indonesia!

Jangan Ngaku sebagai Mahasiswi Indonesia Kalau tak Pernah Melakukan 1 dari 7 Hal ini!

Di Indonesia, perkuliahan adalah masa dimana kita terbebas dari yang namanya “seragam”. Sejak TK hingga SMA kita akan dibatasi dengan ketentuan keseragaman dalam berbusana. Apa yang harus dipakai, apa yang boleh, hingga apa yang dilarang. Saat memasuki gerbang kampus, we can say good bye for uniform!  Busana, pilihan tampilan seketika menjadi identitas yang tidak terpisahkan pada kepribadian seorang mahasiswa. Lalu menjadi ciri khas, keunikan, dan nilai yang membedakan antar mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya. Tak terkecuali para mahasiswa kaum hawa, pas sekolah saja sudah luar biasa menarik perhatian apalagi saat kuliah.  Biar nggak kudet alias kurang update, baiknya kalian simak 7 hal berikut yang lagi nge-tren­ di kalangan mahasiswi Indonesia:

1. Busana

tren di kalangan mahasiswi indonesia
sumber: madanitour com

Mahasiswi didominasi usia remaja akhir dan dewasa awal yaitu sekitar 18 – 21 tahun. Mahasiswi hingga di tahun ke tiga masih sering aktif ke kampus. Maka tren busana akan mereka tunjukkan sesuai dengan selera usia mereka. Pilihan busana berbahan jeans, denim, kaos, dan katun masih menjadi favorit. Ini karena dengan potongan atau desain kasual akan terlihat lebih ringan dan tidak terlalu formal. Hal ini menggambarkan, keseriusan mencari ilmu harus diimbangi dengan kenyamanan atau sesuatu yang disebut santai. Mengenai kelengkapan fashion seperti asesorisnya ini tentu menyesuaikan lagi dengan karakter masing-masing mahasiswi. Jadi diri sendiri itu pokoknya never so yesterday!

2. Bekerja sambil kuliah

Sudah menjadi rahasia umum kalau toh sudah lulus S1 masih banyak yang menganggur. Inilah mengapa kuliah sambil kerja dijadikan pilihan banyak mahasiswa maupun mahasiswi. Biar bisa menjadi batu loncatan kalau-kalau sudah lulus nanti dan bisa langsung meneruskan kerja sambilan. Kerja sambilan yang banyak dilirik mahasiswi adalah menjadi agen MLM, bisa jadi konsultan produk-produk kecantikan, atau penasihat dari obat-obatan alternatif seperti obat herbal. Jenis ini banyak dipilih karena dirasa tidak terlalu menyita waktu dan tidak menganggu jadwal perkuliahan. Dan juga pasarnya sudah tentu ada, teman-teman kuliah. Tak jarang juga ditemui yang bekerja freelance atau kerja paruh waktu, baik online maupun offline.

3. Berwirausaha

Tren yang satu ini tak kalah animonya dengan tren yang sudah-sudah. Banyak mahasiswi tak segan-segan langsung terjun untuk meraih untung. Usaha kali ini adalah dengan berwirausaha. Mahasiswi bisa menuangkan ketertarikannya pada bidang tertentu dan digeluti secara serius, seperti bisnis fashion. Mulai dari mendesain, memroduksi, hingga memasarkannya melalui media sosial maupun menjalankan toko offline. Adapun jenis bidang bisnis yang ramai diminati yaitu bisnis kuliner.

4. Travelling

Ini adalah hobi yang tengah naik daun. Keliling Indonesia atau keliling dunia serasa menjadi tag-line mahasiswa. Khususnya bagi para mahasiswi, mereka dengan fasih akan mengabadikan tiap momen perjalanan, bisa melalui update status di media sosial, memosting cerita di blog pribadi atau membuat vlog (Video Blog).

5. Berburu Tempat Nongkrong Baru

Sekali satu tempat nongkrong viral di dunia maya, sekajap itu pula akan banyak yang akan tertarik mengunjunginya. Dan ini hukumnya wajib! Apalagi kalau tempat baru itu instagramable! Hmm harus siap-siap selfie di sana. Eits! jangan lupa bawa tongsis-nya!

6. Wisata kuliner

Ini juga menjadi gejala baru yang makin mewabah akhir-akhir ini. Coba cek galeri foto media sosialmu, pasti ada meskipun cuma satu. Yaitu gambar makanan atau minuman tertentu yang momennya ingin kamu share ke teman-temanmu di dunia maya. Ada? Itu artinya kamu kamu kekinian.

7. Gaya hidup sehat

Wanita jaman sekarang makin melek dengan masalah kesehatan. Baik kesehatan pribadi maupun lingkungan. Inilah sebabnya banyak yang berminat menjadi aktivis atau relawan peduli isu-isu kesehatan reproduksi wanita, misalnya. Bisa juga menjadi penggiat penyuluhan kanker, membentuk komunitas-komunitas yang mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat, seperti diet dengan bahan-bahan alami, mendorong iklim 3R (Re-use, reduce, recycled).

Baca Juga: Ini Dia 7 Film Indonesia Berkualitas Garapan Riri Riza