Saturday, May 26, 2018

Air Panas: Baiknya dari Dispenser atau Termos?

Mana yang Lebih Aman, Dispenser atau Termos?

Rumah tangga jaman sekarang kebanyakan menggunakan dispenser untuk cadangan air minum sehari-hari. Apakah Anda juga mengandalkan air panas dari dispenser? Atau Anda masih setia menggunakan termos untuk menyimpan air setelah direbus? Ngomong-ngomong, mana yang lebih baik ya, air panas dari dispenser atau air rebusan yang disimpan di termos, hmm dispenser atau termos?

dispenser atau termos
sumber: kidsklik.com

1. Air mendidih

Ternyata air juga mengandung substansi yang berbahaya lho, itulah kenapa air seharusnya direbus dulu sebelum dikonsumsi. Jika air dipanaskan mencapai suhu 100⁰C, maka zat-zat yang berbahaya tersebut akan menguap bersama uap air. Ketika merebus, biarkan air mendidih terus-menerus selama sekitar 3 menit agar lebih aman dikonsumsi.

2. Dispenser sarang bakteri

Boleh saja mengandalkan dispenser, tapi jangan lupa membersihkan seluruh bagian (terutama bagian dalam) dispenser secara rutin. Bersihkan bagian corong dispenser yang bersentuhan dengan galon air setiap mengisi ulang. Periksa juga kebersihan tempat menampung air (buka dahulu corong dispenser) yang membawa air ke saluran air panas atau dingin. Lalu bersihkan pipa atau kran penyalur airnya. Jika bagian-bagian yang selalu terkena air tersebut tidak dibersihkan, maka lumut dan bakteri akan bersarang dan kemudian mengalir bersama air yang akan Anda konsumsi.

3. Dispenser 24 jam?

Sebaiknya manfaatkan kemudahan dispenser pada saat-saat tertentu saja. Hematlah listrik dengan tidak menyalakan dispenser non stop 24 jam. Panas dispenser memakan daya minimal 350 watt saat dinyalakan dan sekitar 6 watt dalam posisi stand by.

4. Termos panas untuk air panas

Segera simpan air yang telah mendidih ke dalam termos, jangan menunda sampair air berubah hangat atau malah dingin. Kemudian tutup dengan rapat, namun usahakan untuk tidak menutup atau memutar tutupnya dengan paksa karena jika tutup termos rusak akan mengakibatkan suhu termos mudah dingin.

5. Air termos tidak untuk dimasak ulang

Jika air di dalam termos sudah tidak panas, pindahkan ke dalam botol atau tempat air minum biasa. Jangan memasak ulang air yang tersisa di dalam termos karena kandungan nitratnya akan meningkat dan menyebabkan keracunan.

6. Bersihkan kerak termos

Biasanya terdapat kerak (karena endapan mineral air panas) di bagian dinding dalam termos yang sering digunakan. Nah, untuk membersihkannya, masukkan air perasan jeruk nipis ke dalam termos. Kemudian isi termos dengan air panas sampai penuh dan tutup seperti biasa. Diamkan sekitar 2-3 jam lalu keluarkan semua airnya. Kerak akan terbuang bersama air. Anda bisa melakukan ini berkali-kali sampai tak ada kerak yang tersisa.

7. Air panas untuk kopi dan susu

Untuk membuat kopi sebaiknya gunakan air panas yang baru direbus. Jangan air yang tersimpan di dalam termos atau air panas dari dispenser karena panasnya kurang maksimal. Begitupun saat membuat susu, gunakan air panas yang mendidih, namun jangan langsung menuangkan air panas pada bubuk susu karena kandungan gizinya akan berkurang. Campurkan dulu air panas dengan air biasa sehingga menghasilkan panas suam-suam kuku.

Nah, lebih baik sedikit ribet ya daripada selalu praktis tapi kurang sehat? Semoga bermanfaat.