Wednesday, December 13, 2017

Apa Itu Hypnobirthing? (II)

Cara Kerja Hypnobirthing dan Manfaat-nya dalam Proses Persalinan

Pasangan suami istri akan disibukkan dengan beberapa hal ketika menjelang kelahiran buah hati mereka. Satu di antaranya adalah pembahasan metode apa yang dipilih untuk persalinannya. Umumnya, para calon ibu mendambakan kelahiran cara normal. Namun karena satu dan lain hal bisa saja keputusan ini bukan keputusan yang tepat bila berdampak bagi keselamatan ibu dan atau anak. Lalu dikenallah metode hypnobirthing sebagai salah satu solusi mewujudkan kelahiran secara normal.

hypnobirthing
sumber: squarespace com

Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Apa itu Hynobirthing? (I)), dasar metode hypnobirthing adalah relaksasi. Melalui teknik pernapasan yang tepat, metode ini akan memberikan keuntungan bagi ibu hamil. Persalinan yang akan ibu jalani akan normal, tenang, nyaman dengan minim rasa sakit.

Cara kerja hypnobirthing

Sebelum memulai proses hypnobirthing, pasangan suami istri harus memiliki pemahaman yang sama mengenai metode ini. Bagaimana metode ini bekerja, mengetahui peran masing-masing, dengan demikian tujuan pemanfaatan metode ini akan diraih. Karena keberhasilan metode ini tidak terlepas dari kerjasama pasangan yang saling mendukung.

Proses hypnobirthing bekerja menggunakan kekuatan sugesti. Afirmasi positif, sugesti, dan visualisasi yang tepat digunakan untuk menenangkan tubuh ibu hamil. Selain itu, ibu hamil diajak untuk memandu pikiran dan mengendalikan nafasnya.

Latihan awal otohipnosis ini sebaiknya dipelajari dulu melalui hipnoterapis yang tersertifikat. Biasanya terapis akan mengulang-ulang afirmasi verbal yang membantu ibu hamil untuk memasuki kondisi tenang (calm state). Bisa juga dilakukan melalui visualisasi, yaitu terapis membatu ibu hamil untuk membayangkan hal-hal yang disukainya, situasi yang membuatnya tenang, seperti: membayangkan bunga yang bermekaran, mengenang kebahagiaan yang pernah dirasakan, dan imajinasi positif lainnya. Melalui afirmasi dan visualisasi positif ini, dimaksudkan terproduksinya hormon endorfin yang memungkinkan menurunnya tingkat stres dan meningkatkan perasaan senang.

Selama proses persalinan, ibu hamil boleh ditemani terapisnya atau boleh juga tidak bergantung kebutuhan pasien. Sebenarnya, melalui latihan yang tepat dan kontinyu, ibu hamil sangat mungkin melakukan otohipnosis ini sendiri. Ini karena, pasien sudah melalui serangkaian latihan dan mulai terbiasa.

Waktu yang tepat memulai latihan

Agar ibu hamil terbiasa melakukan otohipnosis, sebaiknya latihan dimulai saat usia kandungan berusia 25-29 minggu. Dengan memelajari dasar-dasar otohipnosis dari terapis, selanjutnya ibu hamil dapat melatihnya sendiri dengan bantuan suami. Latihan bisa dijadwalkan secara rutin dengan durasi waktu yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kehamilan ibu hamil. ketika sudah terbiasa, pada hari H persalinan, ibu hamil tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk mnyugesti dirinya. Hingga menjelang waktu prediksi persalinan akan diajarkan posisi tubuh saat persalinan dan kelahiran, bagaimana mendalami relaksasi dan otohipnosis, dan teknik bernapas.

Peran suami

Selama masa latihan, suami bisa memosisikan diri sebagai partner. Dengan dukungan yang positif dari suami, ibu hamil akan lebih menikmati masa-masa latihan. Ini kan memudahkan ibu hamil mencapai calm state lebih cepat. Kehadiran suami saat persalinan juga bisa sangat membantu ibu hamil menemukan ketenangan. Karena ibu hamil akan merasakan dukungan suami secara nyata dan akan menimbulkan rasa aman, dilindungi, dihargai.

Manfaat hypnobirthing

  1. Metode ini merupakan cara alami yang hasilnya tidak akan menimbulkan efek samping terhadap janin yang dikandung. Bahkan dapat menjaga penyuplaian oksigen pada bayi selama proses persalinan.
  2. Mampu menghadirkan rasa nyaman, relaks, dan aman menjelang kelahiran.
  3. Saat mencapai level lebih dalam dari relaksasi, metode ini dapat mengeliminasi stres, ketakutan, dan kekhawatiran menjelang kelahiran yang dapat menyebabkan ketegangan, rasa nyeri dan sakit saat bersalin.
  4. Dapat membuat ibu hamil mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksi uterus.
  5. Membuat ibu bersalin tetap pada kondisi terjaga dan sadar.
  6. Dengan metode hypnobirthing, maka dapat mempercepat kala I persalinan (± 3 jam pada primipara dan 2 jam pada multipara), mengurangi resiko terjadinya komplikasi, dan mempercepat proses penyembuhan ataupun mencegah post partum blues dan depresi post natal.
  7. Hipnosis membuat ibu mampu menghemat energinya pada saat bersalin sehingga dapat mencegah kelelahan saat persalinan.
  8. Tidak memerlukan pelatihan yang lama atau suatu ritual khusus untuk dapat sukses mempraktikkan hipnosis saat persalinan.
  9. Meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi. Endorfin memiliki kekuatan 200 kali lipat dari zat morfin untuk menekan rasa sakit pada saat melahirkan. Karena pada saat stres endorfin terhalang oleh kortisol.
  10. Mengurangi resiko terjadi komplikasi dalam persalinan, mengurangi resiko operasi dan mempercepat pemulihan ibu post partum.
  11. Persiapan hypnobirthing bermanfaat bagi semua keluarga, termasuk mereka yang berada dalam kategori resiko tinggi jika persalinan mereka berlangsung tidak seperti yang diharapkan.
  12. Hypnobirthing membuat orangtua menjadi lebih rileks, tenang dan memegang kendali saat mereka membahas berbagai pilihan yang ada, mengevaluasi situasinya, dan mengambil keputusan mengenai persalinan. Suasana hati yang tenang dan damai dapat membuat pemulihan ibu menjadi lebih mudah dan mengurangi komplikasi.
  13. Terapi ini mengajarkan para ibu untuk memahami dan melepaskan Fear-Tension-Pain Syndrome yang seringkali menjadi penyebab kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran.
  14. Mampu mengurangi resiko komplikasi kehamilan dan persalinan terutama persalinan prematur dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)
  15. Mampu mengurangi intervensi farmakologi selama proses kehamilan, persalinan dan nifas.
  16. Mampu mengurangi keluhan-keluhan saat masa kehamilan seperti hypneremesis gravidarum.

Hamil dan melahirkan adalah sebuah proses alami yang akan dilalui oleh para ibu. Sebesar apapun hambatan dan kendalanya, sebuah nilai positif seharusnya selalu bisa dipegang erat oleh para calon ibu hebat. Melahirkan seorang manusia baru ke dunia adalah sebuah rahmat dan keajaiban. Semangat para calon ibu hebat! 🙂

Baca jugaIbu, Ini Tiga Trimester Penting Kehamilan!