Tuesday , August 14 2018
Home / Ibu dan Anak / Berikut ini Alat Kontrasepsi yang Aman Bagi Ibu Menyusui

Berikut ini Alat Kontrasepsi yang Aman Bagi Ibu Menyusui

Butuh Alat Kontrasepsi yang Aman Bagi Ibu Menyusui?

Dewasa ini ketika tuntutan hidup menjadi semakin tinggi, program keluarga berencana menjadi suatu keharusan bagi setiap keluarga. Tidak merencanakan jumlah keluarga dengan baik dan tidak mengatur jarak kelahiran secara cermat dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang tidak diinginkan.

alat kontrasepsi yang aman bagi ibu menyusui
sumber: ibudanbalita.com

Anak yang terlalu banyak dapat menguras energi Ayah Bunda secara terus-menerus dan artinya dapat mengurangi dedikasi waktu untuk bekerja. Sedangkan jarak kelahiran yang terlalu rapat dapat membuat salah satu anak tidak mendapatkan suplai ASI yang memadai.

Untuk mewujudkan jumlah keluarga yang terencana, Ayah Bunda dapat menggunakan berbagai alat kontrasepsi yang disarankan oleh medis. Tetapi bagaimana bila Bunda masih dalam kondisi menyusui? Terdapat beberapa alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh Ibu menyusui tanpa mempengaruhi bayi dan juga produksi ASI. Berikut beberapa alat kontrasepsi yang aman bagi Ibu menyusui sekaligus beberapa efek sampingnya.

1. KB non-hormonal

Yang dimaksud dengan KB non hormonal adalah alat kontrasepsi yang cara kerjanya tidak mempengaruhi hormon. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) atau IUD adalah yang paling disarankan. Selain tidak mempengaruhi produksi ASI, efeknya terbatas hanya pada rahim saja. Namun alat ini tentu bukan tanpa efek samping.

Umumnya pengguna IUD akan mengalami sedikit rasa mulas dan nyeri pada perut bagian bawah, kadang-kadang mengalami spotting (bercak darah), lendir vagina menjadi agak banyak (keputihan) dan terkadang mengalami erosi portio atau luka di vagina karena gesekan benang IUD. Efek samping ini tidak selalu ada, karena banyak akseptor IUD yang tidak mengeluhkannya.

Namun biasanya IUD tidak dianjurkan bagi para ibu yang mempunyai kebiasaan haid dalam jumlah yang banyak karena seringkali IUD membuat volume haidnya semakin banyak. Untuk dapat merasa nyaman dengan IUD, Bunda harus mengontrol IUD secara berkala pada bidan atau dokter.

2. KB hormonal yang hanya mengandung hormon progesteron atau progestin

KB hormonal seperti suntik KB 3 bulan, mini pil progesteron atau pil KB laktasi, dan implan atau susuk KB. KB hormonal biasanya berdampak pada pola haid yang menjadi tidak teratur. Kadang-kadang pengguna KB hormonal tidak haid sama sekali atau hanya mengeluarkan bercak-bercak saja dalam waktu beberapa hari. Pada penggunaan awal, kontrasepsi hormonal ini kadang juga menimbulkan reaksi seperti pusing, rasa mual, dan sebagainya.

Nah, Bunda, sebelum memutuskan menggunakan metode KB yang diinginkan, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan suami agar tercapai kata sepakat. Kemudian, baru konsultasikan dengan dokter untuk menemukan kontasepsi yang sesuai dengan kondisi Anda.

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!