Monday, May 28, 2018

Stop Shophaholic! Berikut Tips Mengerem Hobi Belanja Anda

Tips Mengerem Hobi Belanja untuk Shophaholic!

Apa bedanya suka belanja dan shopaholic? Shopaholic atau penggila belanja lebih sering disebut kecanduan belanja. Hasrat suka dan keinginan belanja seorang shopaholic jauh lebih tinggi daripada yang sekadar suka belanja. Bukan cuma perempuan, laki-laki pun bisa menjadi pecandu belanja.

tips mengerem hobi belanja
sumber: ntd.com

Kalau Anda suka belanja untuk menghilangkan stres, merasa gengsi karena tidak memiliki barang tertentu atau selalu memikirkan barang yang baru Anda lihat di toko, dan mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan, maka Anda termasuk shopaholic. Nah, untuk mengerem hasrat belanja itu, berikut tips mengerem hobi belanja untuk Anda:

1. Stop window shopping

Seringkali jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dijadikan alternatif untuk refershing atau melepas stres. Namun tanpa disadari, kebiasaan window shopping ini memicu si shopaholic untuk benar-benar belanja. Apalagi ketika menemukan barang yang menarik atau diskon tertentu, padahal belum tentu barang tersebut sangat Anda butuhkan. Maka, hindari pergi ke mall atau pusat perbelanjaan terutama ketika sedang merasa bosan atau penat. Anda bisa melepas kepenatan dengan pergi ke taman, berolahraga, atau sekadar menikmati teh dan membaca di rumah.

2. Buat daftar belanja yang efektif

Anda mesti memperhitungkan kebutuhan utama belanja bulanan: berapa rupiah dan berapa jumlah barang yang dihabiskan dalam sebulan. Pastikan yang Anda cantumkan dalam daftar belanja adalah barang-barang yang memang dibutuhkan setiap bulannya. Tulis barang-barang berdasarkan kategorinya dan urutkan sesuai lokasinya di supermarket. Ini untuk menghindari kemungkinan tergodanya mata Anda membeli barang lain di luar daftar karena tidak sengaja melintasi rak-rak yang bukan tujuan Anda.

3. Pilih teman yang hemat

Kalau Anda mengakui bahwa virus shopaholic sudah merasuk dalam diri, sebaiknya hindari pergi belanja sendirian meskipun sudah membawa daftar belanja. Ajaklah seseorang (teman, saudara, atau pasangan Anda) yang bisa menjadi ‘satpam’ untuk memberi pendapat dan mengingatkan Anda sebelum membeli sesuatu. Pastinya seseorang tersebut adalah yang benar-benar hemat dan memiliki kemampuan yang baik dalam merencanakan keuangan.

4. Disiplin waktu

Kalau Anda sudah menyusun daftar belanja yang efektif, maka waktu belanja Anda juga akan lebih cepat. Setelah mengambil barang-barang sesuai daftar belanja, Anda bisa segera menuju kasir dan keluar dari supermarket. Otomatis Anda tidak punya kesempatan untuk melirik barang-barang lainnya.

5. Hapus gengsi

Ketahuilah, tidak ada manusia yang sempurna. Anda tidak perlu merasa gengsi dan memaksakan diri untuk tampil ‘wah’ dan up to date sementara kondisi keuangan Anda pas-pas-an. Sekalipun Anda memiliki gaji tinggi dan sisa uang lebih setiap bulan, jangan mudah terlena karena Anda tidak pernah tahu kebutuhan-kebutuhan mendadak yang kemungkinan muncul. Biasakan untuk menjalani hidup yang sederhana, menabung untuk kebutuhan masa depan, dan menerima diri apa adanya. Yang pasti, kuatkan niat Anda untuk memulai kebiasaan yang positif ini.

Save ourself! Semoga bermanfaat.

(poet)