Saturday, February 24, 2018

Cara Aman dan Sehat Ngemil Kerupuk dan Keripik

Ini Dia Cara Aan dan Sehat Ngemil Kerupuk dan Keripik

Apakah kerupuk dan keripik menjadi camilan favorit Anda? Renyah dan bunyi ribut khasnya saat dikunyah memang menambah kenikmatan makan, namun tahukah Anda cara aman dan sehat ngemil kerupuk dan keripik dan camilan kriuk-kriuk bersaudara yang minim gizi ini?

life.ift.org
sumber: life.ift.org

1. Warna dan rasa

Kalau Anda suka membeli kerupuk atau keripik, perhatikan warnanya. Pilih yang berwarna alami atau agak keruh karena yang warnanya putih bersih kemungkinan besar diberi pemutih. Selain itu, biasanya keripik dan kerupuk dalam kemasan juga diberi bahan pengawet atau bahan tambahan lainnya yang membuat camilan ini tampak menarik, mengembang, dan berwarna mencolok. Sebaiknya pilih yang rasanya orisinal.

2. Kemasan kecil

Keripik dan kerupuk merupakan makanan yang kalorinya cukup tinggi. Maka pilihlah yang kemasannya paling kecil (tapi jangan juga diborong dalam jumlah banyak!). Sebaiknya juga tidak dihabiskan dalam sekali makan, dan jangan konsumsi camilan ini setiap hari.

3. Tinggi lemak, kalori, kolesterol, dan natrium

Umumnya dalam kantung kemasan 50-100 gram keripik atau kerupuk terdapat 150-250 kkal (femina.co.id). Kandungan natrium dalam keripik dan kerupuk juga cukup tinggi dan bisa memicu kanker. Kolesterol disumbang dari minyak yang dipakai untuk menggoreng, terutama yang terpakai berulang kali. Perhatikan juga kandungan lemaknya. Lemak berlebih dapat menyebabkan kegemukan. Pilih yang kandungan lemak jenuhnya dibawah 5% atau pilih keripik yang dipanggang.

4. Tidak dicemil malam hari

Memang seru kalau keripik dan kerupuk menemani Anda menonton televisi, online, ngobrol dengan keluarga, atau lembur di malam hari. Eitts, perlu diingat, kerupuk dan keripik ini kalorinya tinggi dan tidak mengenyangkan lho! Nah, lebih baik konsumsi camilan kriuk ini dalam porsi sedikit saja, lalu lanjutkan dengan buah segar, jus buah, atau susu rendah lemak.

5. Waktu ngemil vs waktu makan

Perhitungkan jarak waktu ngemil dengan waktu Anda menyantap makanan utama. Lebih baik konsumsi camilan dilakukan sekitar 1 jam sebelum makan. Kenapa? Supaya Anda tidak ketagihan ngemil karena lapar. Minumlah air di sela aktivitas ngemil agar Anda tidak segera menghabiskan camilan. Santap camilan kriuk-kriuk ini dalam porsi kecil, lalu segera atasi rasa lapar dengan makanan utama yang lebih bergizi dan mengenyangkan.

6. Tidak menggantikan sayur atau buah

Meskipun banyak sekali dijual keripik buah-buahan dan sayur, namun Anda tidak bisa menyamakan camilan ini dengan buah dan sayur yang sebenarnya. Manfaat kandungan mineral, protein, dan vitamin dalam buah dan sayuran segar pasti berkurang dalam proses pembuatan keripik atau kerupuk. Maka Anda tetap diharuskan mengkonsumsi sayur dan buah segar yang asli.