Wednesday , October 17 2018
Home / Ibu dan Anak / Perkembangan Anak / Hai Ibu, Ini Cara Baca Growth Chart di Buku KMS

Hai Ibu, Ini Cara Baca Growth Chart di Buku KMS

Cara Baca Growth Chart yang Benar

Memantau pertumbuhan si kecil merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para orang tua. Kenaikan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala pada si kecil adalah parameter mendasar yang bisa menggambarkan apakah buah hati kita sehat dan tumbuh dengan baik. Oleh sebab itu, setiap jadwal kunjungan ke dokter/bidan, ketiga parameter tersebut perlu diukur dan dicatatkan pada growth chart buku kms (kartu menuju sehat) yang diberikan setelah kelahiran.

cara baca growth chart
sumber: breastfeeding.asn.au

Namun tidak sedikit orang tua yang hanya menyerahkan sepenuhnya ke tenaga kesehatan tanpa mau repot memahami cara mengisi dan baca growth chart si kecil, bahkan cuek saja ketika terselipnya buku kms yang berisi rekam jejak si kecil.

Growth chart (GC) sendiri ada beberapa macam versi, CDC atau WHO.  Kurva nya pun berbeda antara laki-laki dan perempuan. Karena parameter yang digunakan dalam kajian GC CDC adalah baby USA, maka standar departemen kesehatan RI untuk pertumbuhan anak Indonesia mengacu pada WHO, dimana lebih bersifat universal dan bisa digunakan dinegara manapun.

Cara Baca Grow Chart yang Benar adalah:

1. Timbang dan ukur parameter tumbuh secara berkala

2. Plot data ukur tersebut dengan benar sesuai dengan kurva jenis kelamin.

3. Perhatikan percentilnya.

Ada garis berwarna yang melintang, merah, oranye, dan hijau, dan di ujung kanan garis tersebut ada persentil 3rd, 15th, 50th, 85th, dan 97th.

Misal : anak berada di persentil 15th, berarti bahwa ada 85% anak dengan usia dan jenis kelamin yang sama, berat badannya lebih dari anak tersebut, dan ada 15% anak yang beratnya dibawah anak tersebut. Atau secara mudahnya 15 dari 100 anak memiliki berat atau tinggi badan tersebut.Garis tengah berwarna hijau dengan persentil 50, adalah angka rata-ratanya.

3. Bandingkan persentil saat pengukuran terakhir dengan titik sebelumnya apakah terjadi kenaikan atau penurunan yang signifikan.

4. Bila terjadi penurunan segera evaluasi penyebabnya apakah si kecil dalam kondisi sedang tidak sehat, kurang asupan ASI/ASIP, penyuguhan MPASI yang kurang tepat atau ada lainnya.

5. Konsultasikan dengan dokter/bidan

Selain growth chart yang ada di buku kms, software untuk pc dapat di download di link resmi WHO (http://www.who.int/childgrowth/software/en/), dan software untuk perangkat android dapat di download di playstore. Baby care dan mommychi adalah satu contoh  aplikasi gadget yang memudahkan para orang tua untuk mencatatkan informasi penting sikecil tanpa takut terselip. (blqz)

About Bilkis Mukhlisoti

Ibu dari 1 putra berumur 2 tahun (Dan sedang mengandung anak kedua, insya Allah) yang bekerja pada salah satu instansi negara. Sejak bergabung dengan beberapa milis kesehatan dan anak, saya banyak belajar mengenai dunia laktasi, Rational Use of Medicine, Patient Safety, dan mempunyai keinginan besar untuk mengedukasi masyarakat." "Manusia melakukan apa yang mampu ia lakukan, sampai takdirnya terungkap"

Check Also

Perlukah Stroller atau Kereta Dorong untuk Buah Hati Anda?

Kereta Dorong untuk Anak, Perlukah? Ibu-ibu muda jaman sekarang boleh dibilang sangat beruntung karena hampir …