Wednesday, December 13, 2017

Dimanakah Kebahagiaan: Mencari Kebahagiaan Sejati

Mencari Kebahagiaan Sejati, Dimanakah?

Seorang wanita muda dengan wajah lesu dan tatapan mata yang kosong sedang duduk termenung di tepi danau. Ia memainkan ujung roknya sambil membenamkan kakinya di danau. Cuaca sangat cerah, burung berkicauan dan udara sangat segar. Namun semua itu tak mengubah rona wajah wanita itu. Tiba-tiba, seorang wanita tua dengan wajah teduh dan tenang datang mendekatinya dan bertanya:

mencari kebahagiaan
sumber: tahupedia.com

“Wahai cantik, apa yang membuat wajahmu muram dan tak bercahaya seperti itu?”

Wanita muda tersebut melepaskan nafas yang berat seolah memanggul masalah seluruh dunia.

“Aku lelah, wahai wanita tua. Hidupku tak pernah bahagia. Aku telah pergi ke seluruh dunia mencari kebahagiaan. Tapi aku tak mendapatkan apapun. Aku sudah melakukan semua yang kubisa. Tapi kebahagiaan yang kucari-cari tak kunjung datang. Apa lagi yang harus kulakukan” Ia kembali menerawang jauh.

“Apa kau tau, ada sebuah taman Indah dibalik semak-semak itu. Pergilah ke sana tangkaplah seekor kupu-kupu yang paling cantik. Setelah itu, akan kujawab pertanyaanmu yang nampaknya sangat sulit dijawab itu”

Maka wanita cantik itu pergi ke taman yang ditunjukkan wanita tua dan mulai berlarian menangkap seekor kupu-kupu dengan warna yang sangat indah. Tak bisa menangkap yang seekor itu, ia tangkap yang lainnya, gagal, ia coba menangkap yang lainnya. Ia berlarian ke sana-kemari tak tentu arah untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Namun masih saja gagal. Setelah beberapa lama tak seekorpun bisa ia tangkap.

Ternyata Mencari Kebahagiaan Sejati itu…

Si wanita tua akhirnya mendekatinya dan mengajaknya untuk duduk. Wanita cantik itu terhuyung dengan nafas tersengal-sengal dan keringat yang membasahi wajahnya.

Baca juga: Ingin Selalu Bahagia? Lakukan Hal-Hal Berikut Ini!

“Jadi seperti itukah kau mengejar kebahagiaan? berlari kesana kemari. Menerobos apapun yang jadi penghalang dan tak peduli dengan apapun yang kau rusak. Lihatlah tanaman-tanaman kecil itu, bunga-bunga indahnya rusak olehmu” Ujar wanita tua

“Anakku, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu cantik itu. Kau tak perlu harus menangkap fisiknya. Mengejarnya dengan membabi buta dan mengacuhkan hal lainnya di sekitarnya. Kau tak perlu harus menangkap fisik kupu-kupu itu. Nikmati warnanya, nikmati kebebasannya berterbangan di udara. Lihatlah keindahannya di lingkungan yang indah ini. Lihatlah langit yang biru, udara yang segar, dan paduan lagu alam yang indah ini.”

“Kebahagian bukanlah sebuah benda yang harus kau dapat dan simpan di suatu tempat. Kebahagiaan itu ada di mana-mana. Sadari, rasakan, munculkan dengan memelihara rasa syukur setiap saat. Dengan rasa syukur atas apa yang kau miliki saat ini, kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya padamu. Setiap hari, setiap saat.

Akhirnya, wajah wanita muda itu berubah menjadi sangat ceria, senyumnya mengembang, bola matanya membulat bercahaya, Ia akhirnya sadar bahwa selama ini yang ia cari dan kejar tak pernah lari kemana-mana. Ia hanya terlalu sibuk mengejarnya.

Ya, betapa terkadang manusia terlalu sibuk dengan apa yang mereka sebut mengejar kebahagiaan. Padahal kebahagiaan ada di mana-mana. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang mahal yang tidak bisa di miliki semua orang. Kebahagiaan ada di mana saja, di tiap rasa dan apa-apa yang kita syukur. Menyukuri setiap nikmat dan pemberian Tuhan pada kita–sekecil apapun. Dan menyadari keberadaan orang-orang yang menyayangi dan kita sayangi, pada hakekatnya adalah sebuah sumber kebahagiaan yang tak akan pernah ada habisnya; jika kita mau memaknainya.

Salam bahagia!