Wednesday, December 13, 2017

Ini Dia 7 Film Indonesia Berkualitas Garapan Riri Riza

Jangan Ngaku Pecinta Film Berkualitas Jika Belum Nonton Satu dari 7 Film Ini!

Sebagai peraih penghargaan Sutradara Terbaik versi FFI 2005, Riri Riza tak juga berpuas hati dan terus menghadirkan karya – karya film yang tidak saja berkualitas, namun juga sarat akan filosofi. Lalu menyusul penghargaan – penghargaan bergengsi lainnya, seperti Sutradara Terpuji Festival Film Bandung 2008 dan terakhir memeroleh penghargaan Sutradara Terbaik di ajang Asian Film Festival 2013. Film-film Riri yang mungkin sangat kalian kenal antara lain, Petualangan Sherina (2000), Laskar Pelangi (2008), dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016). Bagaimana dengan karya Riri lainnya, apa kamu sudah nonton semua? Ini 7 karya lainnya yang patut kalian tonton!

1. Kuldesak (1998)

riri riza

Film ini berfokus pada empat pemuda yang hidup di Jakarta pada tahun 1990an. Mereka memiliki mimpi, namun terkadang kehidupan memaksa mereka untuk membuat pilihan yang radikal. Aksan (Wong Aksan) bermimpi untuk membuat sebuah film. Untuk itu, Aksan membutuhkan uang. Meski ayahnya orang kaya, namun mereka tak ingin Aksan menjadi seorang pembuat film. Karena mimpinya, Aksan terpaksa mencuri dari ayahnya. Pemuda lainnya Andre (Ryan Hidayat) seorang musisi yang tidak bahagia. Andre mengidolakan vokalis dan gitaris band Nirvana yang mengakhiri hidupnya sendiri. Kemudian dia mencari kenyamanan dari seorang peramal keliling.

Ada lagi, Dina (Oppie Andaresta) yang bekerja sebagai penjual tiket di bioskop dan terobsesi dengan pembawa acara TV yang popular. Dina akhirnya tak mampu lagi membedakan impian dari kenyataan. Cerita berikutnya tentang Lina (Bianca Adinegoro) yang bekerja pada sebuah biro iklan yang terus ditekan bosnya untuk kerja lembur. Suatu malam, lina diperkosa. Alih-alih melapor pada polisi, dia memutuskan untuk menghakimi dengan tangannya sendiri.

2. Eliana, Eliana (2002)

Kisah dalam film ini tentang Bunda (Jajang C. Noer) dan anaknya Eliana (Rachel Maryam) yang melalui perjalanan satu malam. Mulanya lima tahun yang lalu, Eliana meninggalkan rumah tepat di hari pernikahannya dan memutuskan bekerja di Jakarta. Peristiwa ini menimbulkan ketidak-akuran hubungan antara ibu dan anak. Pada suatu hari, Eliana kehilangan pekerjaan dan nyaris diusir dari kontrakan. Tiba-tiba Bunda datang dan ingin mengajak Eliana kembali pulang ke Padang. Namun pada saat yang sama, teman serumahnya, Heni (Henidar Amroe) menghilang. Dengan menaiki taksi, perjalanan satu malam ini membawa Eliana dan Bunda menyibak banyak hal mengenai hubungan seorang ibu dan anak tunggalnya. Lalu apakah kebekuan lima tahun terakhir akan mencair?

3. Gie (2005)

Soe Hok Gie dalam film ini deperankan oleh Nicholas Saputra. Film ini menggambarkan pertualangan Gie mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Soekarno. Berikut dengan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuannya tercapai. Untuk kalian yang menyukai cerita-cerita sejarah, film ini bisa jadi pilihan tepat.

4. Untuk Rena (2005)

Rena (Maudy Ayunda) yang berusia 11 tahun sejak kecil sudah tinggal di panti asuhan bernama Rumah Matahari. Rena dan sekitar 30 anak lainnya hidup dengan ceria dan gelak tawa, hingga mereka selalu membuat ulah jika ada kunjungan calon adopter. Menjelang bulan ramadhan, datang tamu misterius bernama Yudha (Surya Saputra). Kedatangan Yudha membuat Rena gusar karena takut Yudha akan mengambil semua adik-adiknya. Setiap akhir pekan Yudha datang dan mulai akrab dengan seluruh penghuni Rumah Matahari. Lalu Rena pun tiba-tiba bisa dekat dengan Yudha tanpa mengetahui sebab mengapa.

5. Takut: Faces of Fear (2008) – segmen Titisan Naya

Dinna Olivia memerankan Naya, gadis modern dari kota. Namun Naya dilahirkan dalam keluarga jawa dengan adat istiadat yang masih sangat kental. Suatu hari, Naya harus menginap di rumah keluarga jauhnya yang sedang mengadakan ritual pencucian keris keramat. Naya tidak tertarik sama sekali dengan upacara ini dan malah mengundang sepupunya, Leo (Junior Liem) ke kamar atas. Peringatan Leo tidak digubris atas kekurangajaran Naya atas upacara yang tengah berlangsung. Tiba-tiba lampu kamar padam, Naya ditinggal Leo untuk mencari ibunya. Saat Naya turun ke bawah, Naya hanya melihat seorang wanita penari jawa berada di tengah aula yang seharusnya menjadi tempat orang-orang berkumpul untuk ritual. Lalu bertubi-tubi Naya melihat penampakan arwah leluhurnya yang merasa dihina dengan perilaku Naya, keturunannya sendiri. Naya menjadi ketakutan, lalu terperangkap dalam ilusi yang dibuat leluhurnya.

6. Drupadi (2008)

Drupadi merupakan adaptasi dari bagian cerita epik Mahabharata dari negeri India. Drupadi (Dian Sastrowardoyo) adalah istri dari lima saudara Pandawa, yang masing-masing Yudhistira (Dwi Sasono), Bima (Ario Bayu), Arjuna (Nicholas Saputra), Nakula (Aditya Bagus Santosa), dan Sadewa (Aditya Bagus Sambada). Sementara Karna, anak tertua dari Bala Kurawa diperankan Doni Alamsyah dan Sakuni diperankan Butet Kertaredjasa. Kapan lagi bisa menonton dengan dimanjakan banyaknya aktor tampan berbakat dalam satu film? Ini saatnya. 😀

7. Atambua 39° celcius (2012)

Perpisahan Joao dengan ibunya terjadi sejak usianya tujuh tahun. Ronaldo, ayah Joao membawanya ke Atambua setelah referendum 1999, sementara ibu dan dua adiknya yang masih bayi tinggal di Liquica, Timor Leste. Lalu datanglah Nikia, seorang gadis Kupang datang ke Atambua untuk menyelesaikan ritual duka kematian kakeknya. Joao tertarik pada sosok Nikia. Hingga perlahan Nikia pun membuka hati pada Joao. Cerita hingga akhirnya berpusat pada perjalanan pulang Ronaldo pada sebuah rumah kosong dan menemukan kumpulan surat dalam bentuk kaset rekaman dari istrinya. Kalau yang ini, tanpa harus keluar rumah kalian bisa berjalan-jalan.

Jadi, berapa dari film di atas yang sudah pernah Anda tonton? Belum ada? Mungkin bisa dijadikan referensi tontonan Anda akhir pekan ini!

Baca juga: 5 Film Ini Bisa Jadi Referensi Hiburan Minggu Ini!