Thursday, December 14, 2017

Hari Batik Nasional: Batik Bukan Cuma Seragam dan Pakaian Kondangan

Hari Batik Nasional dan Tips Padu Padan Batik!

2 Oktober resmi ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Peringatan hari Batik Nasional tentunya bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat pada budaya lokal yang menjadi warisan leluhur Indonesia. Kata “batik” sebenarnya diadaptasi dari Bahasa Jawa, “bathik”, berasal dari kata “thik” (membuat titik) yang kemudian disebut “mbathik” .

hari batik nasional
sumber: static6.com

Indonesia mengikutkan batik dalam proses nominasi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) tanggal 3 September 2009, setelah Malaysia sempat mengakui batik sebagai budaya luar dan merupakan hak milik mereka. Namun UNESCO menilai bahwa batik Indonesia mencerminkan kebudayaan lokal, alam, status sosial dan sejarah Indonesia.

Awalnya, batik hanya digunakan oleh kalangan keraton pada jaman kerajaan Majapahit. Seiring perkembangan jaman dan penyebarannya, semua orang kini bisa mengenakan batik meskipun bukan dari kalangan bangsawan. Yang paling mudah kita lakukan untuk melestarikan batik memang dengan cara mengenakan pakaian batik.

Baca juga: Yuk Mewarnai: 5 Alasan Kenapa Anda Harus Coba Hobi Ini!

Bukan cuma mengenakan seragam batik kantor yang dipakai di hari tertentu, acara kondangan yang resmi, atau khusus dipakai di acara formal peringatan hari Batik Nasional, batik pun bisa dipadupadankan dengan pakaian kasual sehingga cocok untuk beraktivitas sehari-hari. Berikut ini tips memakai batik dan memadu-padankan batik:

1. Pilih batik warna cerah

Warna khas batik pada umumnya adalah coklat keemasan, namun ada banyak juga ragam batik yang berwarna cerah, seperti warna hijau toska, merah muda, kuning, atau oranye.

2. Pilih model blazer atau kardigan batik

Agar tidak terkesan terlalu tua saat mengenakan batik, pilihlah blazer batik untuk dipasangkan dengan gaun atau pakaian kasual lainnya. Tak perlu khawatir dengan warna gelap blazer batik atau kardigan, cukup dipadukan dengan baju bagian dalam yang berwarna lebih cerah.

3. Pilih rok batik atau celana batik

Rok batik, panjang atau pendek, sangat mudah dipadukan dengan atasan (kaus atau tank top) berwarna polos dan lebih cerah, atau juga warna yang senada dengan warna motif bawahan batik yang anda pakai.

4. Memanfaatkan kain batik

Jika anda memiliki kain batik, anda tinggal mencari pola atau model pakaian yang anda suka, lalu sulap kain batik menjadi atasan atau bawahan yang trendi. Kalau anda cukup kreatif, anda bisa mencari beberapa video tutorial tentang cara mengenakan kain batik langsung sebagai rok atau bawahan yang bisa dipadukan dengan pakaian lain.

5. Syal batik

Syal batik juga bisa menjadi aksesoris cantik sebagai pelengkap pakaian kerja yang berwarna polos, atau dipadukan dengan tank top dan atasan kasual. Syal dengan motif batik ini tentu akan memberi warna pada penampilan anda.

6. Dress atau gaun batik

Kalau anda suka mengenakan dress atau gaun, coba pilih motif batik. Dress batik ukuran pendek bisa dipadukan dengan bawahan jeans atau legging untuk anda yang berhijab. Anda juga bisa menambahkan aksesoris ikat pinggang kecil.

7. Blus batik

Jika blus batik anda terkesan sangat formal dan berwarna gelap, padukan blus batik lengan pendek dengan blazer atau kardigan polos berwarna lebih cerah. Padukan blus batik warna gelap dengan bawahan polos berwarna cerah.

Pakaian batik tetap bisa dikenakan dengan tambahan beragam aksesoris seperti syal, blazer, atau kalung. Asalkan anda tetap memperhatikan keserasian warnanya. Jangan takut untuk bermain tabrak motif selama warnanya tidak terlalu mencolok.

Selamat melestarikan batik, selamat hari Batik Nasional!

Baca Juga: Tips Merawat Batik: Hal-Hal yang bisa Merusak Corak Batik!