Monday , December 10 2018
Home / Ibu dan Anak / ASI & MPASI / Ibu, Jangan Percaya Mitos Menyusui Berikut Ini! (2)

Ibu, Jangan Percaya Mitos Menyusui Berikut Ini! (2)

Ini Hanya Mitos Menyusui yang Tidak Benar

Masyarakat kita telah memiliki cara-cara tradisional dalam merawat anak dan memastikan tumbuh kembangnya dengan baik yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

mitos menyusui
sumber: sweetcare.com

Saat seorang wanita melahirkan, ia pasti akan dihadapkan pada berbagai larangan dan anjuran dari para agen penjaga tradisi seperti ibu, nenek, ibu mertua, dukun bayi, keluarga, dan bahkan tetangga. Tetapi, adakah berbagai larangan dan anjuran itu terbukti benar? Berikut di antara berbagai mitos menyusui yang kerap beredar di masyarakat.

 

1. Ibu menyusui harus menghindari sayuran

Ibu menyusui harus menghindari makanan-makanan tertentu seperti sayur bersantan, makanan pedas, udang, kacang, dan makanan lain karena bisa membuat diare dan menimbulkan alergi. Mitos satu ini biasanya sangat dipegang teguh sehingga ibu menyusui hanya boleh mengonsumsi makanan tertentu saja yang tidak berkuah agar jahitan cepat kering.

Pada kenyatannya, penelitian kesehatan membuktikan bahwa sebaiknya ibu menyusui mengonsumsi makanan apa saja asal menyehatkan dan tidak menimbulkan alergi atau sakit. Tidak semua bayi alergi pada cabai dan tidak semua bayi gatal-gatal karena ikan laut atau kacang. Karena itu, Bunda sebaiknya mencoba berbagai varian makanan agar mengenal mana yang menimbulkan alergi bagi si kecil.

Baca juga: Ibu, Jangan Percaya Mitos Menyusui Berikut Ini! (1)

2. Ibu menyusui harus makan dengan porsi berlebih agar produksi ASI melimpah

Ini merupakan mitos yang sangat dipercayai sebagian besar orang. Pada kenyataannya kuantitas produksi ASI bukan ditentukan oleh seberapa banyak makanan Bunda, tetapi justru ditentukan oleh kebutuhan bayi. Karena itu, untuk terus merangsang produksi ASI Bunda sebaiknya menyusui sesuai keinginan bayi dengan menanamkam pikiran positif bahwa ASInya akan selalu cukup.

Daripada makan dengan porsi berlebih, akan lebih baik bila ibu makan makanan dengan gizi berimbang agar nutrisi ibu tidak habis untuk memproduksi ASI.

3. ASI yang kental kualitasnya lebih baik daripada ASI yang tidak kental

Sejatinya hal tersebut tidaklah benar. Baik ASI encer maupun kental sama baiknya kualitasnya. ASI encer disebut foremilk diproduksi pada masa-masa awal dan sangat kaya akan protein. Sedangkan ASI yang kental disebut hindmilk diproduksi pada tahap perkembangan lanjut dan kaya akan lemak. Kedua jenis ASI tersebut disesuaikan dengan tumbuh kembang bayi dan sama-sama diperlukam.

4. Bayi diberi Formula ketika ASI belum keluar

Jika ASI belum keluar di hari pertama pasca persalinan, bayi harus minum susu formula. Ini merupakan mitos yang salah kaprah dan sangat negatif bagi keberlangsungan proses menyusui kelak. Adalah normal bila ASI belum keluar lancar pada hari pertama karena tubuh masih dalam proses produksi ASI.

Baca juga: Mengenal Growth Spurt pada Bayi

Umumnya hari pertama ditandai dengan keluarnya kolostrum dalam jumlah kecil yang sangat penting bagi kekebalan bayi. ASI matang baru akan keluar 2-3 hari pasca persalinan dan bayi akan tahan menunggu proses tersebut tanpa asupan apapun termasuk susu formula. Pemberian makanan lain selain ASI justri dapat memicu gangguan usus bayi yang belum siap.

5. Sering memerah membuat produksi ASI menyusut

Kenyataan justru berbicara sebaliknya. Karena produksi ASI mengikuti prinsip supply on demand, maka bila Bunda sering memerah kuantitas ASI akan semakin bertambah. Semakin sering payudara dikosongkan, ASI akan semakin cepat berproduksi.

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!

Check Also

tampil cantik saat menyusui

ASIP: Sukses Menyusui bagi Ibu Bekerja, Kenapa Tidak?

Tips Menyusui bagi Ibu Bekerja Sejalan dengan perkembangan kemajuan teknologi, membanjirnya tenaga wanita dalam dunia …