Wednesday, December 13, 2017

Diet? Hati-Hati Konsumsi Obat Pelangsing Berbahaya!

Ternyata Tak Semua Obat Pelangsing Aman

Hampir setiap perempuan mengidamkan tubuh ramping dan ideal untuk menunjang penampilan yang lebih menarik. Berbagai cara dilakukan agar tubuh tampak sempurna, tak terkecuali menurunkan berat badan dengan menjalani diet ketat. Beberapa orang bahkan sengaja mengonsumsi obat pelangsing, suplemen diet, dan mengurangi makan secara berlebihan untuk mendapatkan hasil maksimal sesuai yang diinginkan.

pelangsing
sumber: viva.co.id

Nah, tahukah Anda bahwa obat pelangsing dan suplemen diet tidak selamanya aman? Semua obat atau suplemen seharusnya dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing dan suplemen diet, Anda sebaiknya memperhatikan dan mencari informasi mengenai kualitas produk tersebut: apakah bahannya cukup aman dikonsumsi, apa saja efek sampingnya, dan cara penggunaannya.

Kurangnya pengetahuan tentang obat pelangsing badan atau suplemen diet yang dikonsumsi bisa menyebabkan beragam gangguan kesehatan, bahkan berujung pada kematian. Anda bisa belajar dari beberapa contoh kasus dampak negatif obat pelangsing dan suplemen diet berikut ini:

1. OxyElitePro palsu menyebabkan hepatitis

Tahun 2010, badan kesehatan Amerika Serikat melakukan penyelidikan terhadap suplemen diet OxyElitePro yang disinyalir menyebabkan sejumlah orang mengalami kerusakan hati atau hepatitis. Dari laporan yang dilansir oleh newsmaxhealth.com, beberapa pasien harus melakukan transplantasi hati dan seorang meninggal dunia.

2. Kapsul DNP (Dinitrophenol) adalah pembasmi hama

DNP cair awalnya merupakan obat pembasmi hama , namun pada 1930-an, obat ini diproduksi dalam bentuk kapsul sebagai obat pelangsing. Meski penggunaannya sempat dilarang di Amerika Serikat dan Inggris, namun kapsul DNP masih banyak dijual ilegal secara online.

Kapsul DNP inilah yang menyebabkan Sarah Houston (23), mahasiswi kedokteran Leeds University, Inggris, meninggal tahun 2013. Sarah, yang terobsesi memiliki bentuk tubuh sempurna, diam-diam mengonsumsi DNP selama 18 bulan. Berdasarkan investigasi seperti dilansir DailyMail, Sarah meninggal setelah merasa badannya terbakar dan matanya berwarna kuning.

3. DNP, pestisida yang membakar organ tubuh

Eloise Parry (21), mahasiswi Studi Keluarga dan Perawatan Anak di Glyndwr University, Inggris, juga meninggal karena 1 kapsul obat pelangsing yang dikonsumsinya ternyata mengandung 200mg DNP. DNP yang seharusnya digunakan sebagai obat anti hama ini dapat membakar organ-organ tubuh manusia. Perempuan yang juga aktif sebagai relawan West Mercia Women’s Aid ini meninggal setelah mengonsumsi pil pelangsingnya dalam dosis tinggi.

4. Broklat obat pencuci perut, bukan pelangsing

Umumnya broklat digunakan untuk melancarkan sembelit, namun dalam jangka panjang, broklat juga menyebabkan dehidrasi, kerusakan saraf di usus besar, dan kegagalan organ vital. Menurut Dr.dr. Fiastuti Witjaksono, Msc, MS SpGK, dikutip dari tabloid Nyata, broklat tidak bisa digunakan sebagai obat pelangsing.

Seperti yang terjadi pada salah satu personel Klantink, Budiarto (30), yang meninggal awal September lalu setelah mengalami gagal ginjal dan serangan jantung. Budi ternyata mengonsumsi broklat secara berlebihan untuk menurunkan berat badannya dari 105 kg menjadi sekitar 65 kg.

Nah, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan diet. Dokter akan menganalisa riwayat kesehatan Anda, memberi solusi diet sehat, serta informasi mengenai obat-obatan yang aman; baik obat pelangsing alami, obat pelangsing herbal, atau obat pelangsing kimia.