Wednesday , August 15 2018
Home / Edukasi / Ini Cara Cerdas Memilih Tayangan Televisi yang Baik

Ini Cara Cerdas Memilih Tayangan Televisi yang Baik

Tips Cerdas Memilih Tayangan Televisi yang Baik

Belakangan ini banyak orang, mungkin juga termasuk Anda, yang mengeluh tentang tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik namun tetap disiarkan. Sebagian orang cenderung memilih untuk tidak menonton televisi, tapi sebagian lainnya masih asyik menikmati sejumlah program hiburan di televisi meskipun tidak memberi manfaat. Sebenarnya, masih ada tayangan-tayangan yang sayang untuk diabaikan, hanya saja kalah pamor dengan ragam program hiburan. Lalu, bagaimana caranya memilih tayangan televisi yang baik dan layak ditonton?

memilih tayangan televisi
sumber: blogspot.com

1. Perhatikan simbol

Setiap program yang ditayangkan di televisi memiliki simbol berbeda, seperti: SU (segala umur), D (dewasa), R (remaja), BO (bimbingan orang tua), A (anak). Simbol itu bertujuan untuk mengkategorikan usia penonton yang layak menyaksikan acara tersebut. Namun seringkali beberapa program yang hanya pantas dikonsumsi kalangan dewasa juga dilabeli R/BO. Yang jelas, anak-anak dan remaja sebaiknya selalu didampingi saat menonton televisi meskipun acaranya berlabel A atau R saja.

2. Informatif dan edukatif

Tayangan televisi yang bermanfaat adalah yang memberikan informasi sesuai fakta, pengetahuan baru yang bersifat edukatif, dan merangsang perkembangan kecerdasan otak. Memang tidak banyak stasiun televisi yang masih menayangkan acara-acara edukatif. Contoh tayangan informatif dan edukatif ini seperti: program yang menunjukkan proses pembuatan suatu produk, tempat-tempat wisata dan bersejarah, berita dan informasi yang netral dan tidak berlebihan, atau kuis yang berisi pengetahuan umum.

3. Acara motivasi

Acara motivasi dan inspirasi di televisi bisa menjadi sumber semangat Anda. Beberapa acara jenis ini biasanya sudah dikemas dengan unik dan tanya-jawab yang tidak membosankan sehingga tetap menarik untuk disimak. Program motivasi dan inspirasi ini jauh lebih bermanfaat ditonton daripada acara hiburan lainnya (jika Anda tidak suka menonton tayangan edukatif yang berat).

4. Pembawa acara

Selain judul program, pembawa acara juga menentukan baik tidaknya sebuah tayangan untuk ditonton. Pilih acara televisi yang dibawakan oleh sosok yang cerdas, berbahasa Indonesia atau Inggris dengan baik dan benar, berpakaian santun, dan tidak terlalu ramai. Yang perlu Anda perhatikan saat menonton televisi adalah konten atau isi program yang ditayangkan, bukan banyak tidaknya atau cantik gantengnya pembawa acara.

5. Sinema/drama/sitkom

Tidak semua sinema, drama, atau sitkom layak ditonton. Anda bisa mengenali baik tidaknya sebuah drama televisi dari judul dan para pemainnya. Kemudian cukup luangkan waktu 5-10 menit untuk menilai apakah isi cerita yang disampaikan membawa pengaruh positif dan bermanfaat. Jika tidak, maka jangan lanjutkan menonton acara tersebut. Masih banyak orang yang beralasan menonton drama tak berkualitas sekadar untuk hiburan. Padahal adegan-adegan yang dianggap sepele dan wajar bisa jadi membawa dampak yang negatif di kehidupan nyata, seperti pada pola pikir dan perilaku anak, remaja, bahkan orang dewasa.

6. Atur waktu

Pastikan waktu-waktu Anda menonton televisi tidak mengganggu aktivitas harian atau bahkan pekerjaan. Hindari mengabaikan pekerjaan (rumah atau kantor) dan keluarga hanya demi acara favorit yang kurang bermanfaat. Acara televisi masih bisa Anda saksikan kembali melalui aplikasi di internet, tapi tidak dengan waktu Anda bersama keluarga.

7. Hiburan

Hiburan tak hanya bisa Anda dapatkan dari tayangan televisi. Terlebih jika program hiburan yang Anda tonton tidak bersifat edukatif dan berpotensi memberikan efek negatif terhadap pola pikir dan perilaku orang-orang di sekitar Anda. Perlu diingat bahwa acara yang menghibur semestinya tetap bisa menjadi contoh yang baik. Maka kalau Anda tidak menemukan acara hiburan yang tepat dan “sehat” di televisi, beralihlah mendengarkan radio, musik, ngobrol dengan keluarga atau sahabat, atau jalan-jalan.

Nah, apakah Anda sudah cukup selektif saat menonton televisi?

About Puteri Krisnasekar

Lahir di rumah sakit pada 11 maret 1986. Saya seorang happy single mom yang sibuk ulak ulik bahasa Inggris dan nulis di gendies.com. Sangat suka browsing quotes, nyemil, nulis, dengerin Tompi. Dan punya buku karya sendiri adalah mimpi yang belum terwujud.

Check Also

baru masuk kuliah

Baru Masuk Kuliah, Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan?

Persiapan Ketika Baru Masuk Kuliah Dunia kampus tentu jauh berbeda dengan dunia sekolah putih abu-abu. …