Wednesday, April 25, 2018

Ini Dia Cara Mengatasi Gerakan Tutup Mulut pada Anak

Tips Hadapi Gerakan Tutup Mulut pada Anak

Bunda sedang merasa pusing karena si kecil menolak makan dengan GTM atau melepeh makanan? Jangan khawatir Bunda. GTM atau melepeh makanan sejatinya merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada anak. Hampir setiap anak pernah mengalami fase susah makan atau melakukan aksi yang satu ini.

mengatasi gerakan tutup mulut pada anak.
sumber: blogspot.com

Meski tidak perlu terlalu risau, Bunda harus tetap berusaha keras dan tidak berputus asa agar si kecil selalu mendapatkan asupan gizi berimbang demi tumbuh kembangnya. Berikut beberapa tips jitu saat Bunda mengatasi gerakan tutup mulut pada anak.

1. Kenali penyebabnya

Untuk dapat mengatasi aksi GTM, tentu Bunda perlu mengetahui penyebabnya secara jelas agar dapat memberikan solusi yang tepat. Agar dapat melakukan hal tersebut, Bunda perlu memperhatikan si kecil secara jeli dan teliti.

2. Bersikaplah sabar dan lebih fleksibel

Sejatinya Bunda tentu ingin anak mengikuti pola makan tertentu secara disiplin dan mengonsumsi makanan tertentu yang sudah Bunda buatkan untuknya. Tetapi bila penolakan terjadi, Bunda perlu sedikit bersabar, mengalah pada kemauannya, kemudian kembali mengenalkannya pada makanan Bunda. Sedikit makan dalam porsi kecil tetapi sering akan lebih baik daripada makanan dengan porsi besar yang justru membuat enggan makan.

3. Variasikan menu makanan

Untuk dapat membuat si kecil makan, Bunda tidak perlu menjadi ahli memasak. Yang terpenting, Bunda paham akan keinginan si kecil dengan baik dan menyesuaikannya.

4. Batasi waktu makan maksimal 30 menit

Makan lebih dari 30 menit akan membuat rasa makanan berubah karena udara. Selain itu, pilihlah jadwal makan yang tepat. Jangan terlalu dekat dengan waktu minum ASI.

5. Ajak si kecil makan bersama keluarga

Makan bersama-sama tentu akan membuatnya lebih bersemangat makan daripada makan sendiri. Biarkan ia mencoba makanannya sendiri dengan terus didampingi.

6. ASI bukanlah bukan pengganti makanan

Saat berusia lebih dari 6 bulan sampai 1 tahun, ASI hanya dapat memenuhi 70% asupan gizi si kecil. Persentase ini menurun hingga 30 % saat ia berusia lebih dari 1 tahun. Karena itu asupan makanan sangat penting baginya. Bila sedang GTM jangan berikan susu; tetap ajak dia pelan-pelan untuk makan demi asupan gizinya. Ingat, kenaikan berat badan bukanlah satu-satunya tujuan. Lebih baik menjaga agar anak selalu mendapatkan asupan gizi berimbang.

7. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Bunda dapat menyuapinya dengan penuh kasih sayang, bercerita tentang makanan yang ada di piringnya, atau mengajaknya bernyanyi riang. Bila ia menghabiskan makanannya dengan baik berikan ia pujian.

8. Tidak perlu memberikan suplemen penambah nafsu makan

Penyebab GTM sangatlah beragam dan hanya bisa ditangani bila Bunda mengetahui permasalahannya. Suplemen makanan tidak terlalu berpengaruh pada nafsu makan si kecil.

9. Biasakan makan pada tempat biasa

Memberi makan sambil mengajak anak jalan-jalan atau sambil menonton TV akan membuat anak membiasakan perilaku makan yang tidak baik.

10. Buatlah diary makanan

Diary ini dapat memuat kebiasaan makan si kecil, apa saja yang disukai dan tidak disukainya, juga apa saja yang membuatnya