Wednesday, December 13, 2017

Dari Hobi, Produknya Terbang sampai ke Eropa! (Inspirasi Usaha)

Inspirasi Usaha dari Hobi: Hilangkan Keraguan dan Ketakutan; Percaya pada Kemampuan Diri Sendiri!

Wawancara bersama Dwik Indhayani (Guru, Crafter, dan salah satu Pendiri Komunitas Gresik Crafter (GC))

Ketika hobi berubah menjadi sebuah sumber penghasilan dan media pengembangan diri, maka kebahagiaan pasti akan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Siapa yang tak senang bila bisa mengerjakan hobinya setiap hari sebagai sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang? Seperti halnya Dwik Indhayani, guru gambar sekaligus crafter yang merupakan lulusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Surabaya ini juga yang memulai usaha yang sebenarnya adalah hobinya sejak masih sekolah. Kini, dengan produk-produknya yang kreatif dan inovatif, ia bahkan bisa membawa hasil karyanya jauh hingga ke Eropa.

inspirasi usaha
Inspirasi Usaha: mb Dwik bersama Hasil Karyanya

Selain itu, karena kecintaannya pada dunia crafting, bersama beberapa teman, wanita pecinta Toto Chan ini juga memprakarsai berdirinya Gresik Crafter, sebuah komunitas para crafter asli Gresik yang tak hanya aktif dalam mengembangan potensi para angggotanya, tetapi juga dalam pengembangan masyarakat dengan kreativitas yang mereka miliki. Mau tau obrolan lengkap serta tips-tips dalam usaha crafting? Simak selengkapnya di sini:

gendies.com: Sejak kapan Anda aktif di dunia crafting atau kerajinan tangan ini?

Mb Dwik: Sejak masa sekolah saya suka menggambar dan berkreasi dengan benda di sekitar. Ketika duduk di bangku perkuliahan, saya mengambil jurusan seni rupa, bakat seni dan craft saya lebih terasah dan terarah. Ketika semester 6 saya sudah mulai jualan produk craft, waktu itu saya masih bikin boneka karakter dari kain flanel dan produk tersebut saya jajakan ketika ada wisuda di kampus-kampus sekitar kota Surabaya. Kadang ada beberapa teman dan Dosen yang memesan produk saya tersebut.

Baca juga: Butuh Inspirasi? Ini 11 Kisah Inspiratif dari 11 Wanita Sukses Indonesia!

Setelah lulus kuliah, kegiatan ini sempat terhenti selama 3 tahun karena saya menjadi guru di sebuah SD di kota Gresik. Akhir tahun 2013 saya memutuskan berhenti mengajar karena suami tidak mengijinkan saya bekerja. Dan tepat awal Januari 2014, saya memulai lagi hobi ngecraft saya dengan mengusung label Yonchi Crafts.

gendies.com: Kenapa Anda memilih dunia kerajinan tangan?

Mb Dwik: Karena hobi

gendies.com: Kerajinan tangan apa yang Anda buat?

Boneka Flanel, Produk Rajut (crochet), Scrap frame, Kokoru in Frame, Mahar Koin, Mahar Scrap frame, Paper Quilling in Frame dan beberapa produk wall art lainnya.

gendies.com: Sudah sampai mana pengiriman produk-produk kerajinan mb Dwik?

Mb Dwik: Indonesia dan beberapa ada yang ke Belanda dan Inggris.

gendies.com: Sudah ada berapa karyawan yang membantu dalam usaha kerajinan mb Dwik ini?

Mb Dwik: Saat ini semua pengerjaan masih saya lakukan sendiri.

gendies.com:  Menurut Anda apakah kerajinan tangan memiliki masa depan yang panjang dan menjanjikan?

Mb Dwik: Kalau kita bisa fokus dan konsisten, InsyaAllah bisa.

gendies.com: Sejauh ini, apa kendala yang sering mb Dwik hadapi dalam mengembangkan usaha kerajinan tangan ini?

Mb Dwik: Karena saya masih mengerjakan semua hal (pembelian bahan, pemesanan, pengerjaan dan pengiriman), kendala terbesar saya adalah jumlah pemesanan yang masih dibatasi. Beberapa kali saya harus menolak orderan karena orderan yang sudah menumpuk dengan pertimbangan waktu pengerjaan seorang diri. Dan sebagai Istri saya harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga.

gendies.com: Saat ini usaha kerajinan tangan mulai berkembang dan menjamur, menurut Anda jenis kerajinan tangan apa yang akan bertahan lama? Dan bagaimana nasib mereka di masa mendatang?

Mb Dwik: Semua kerajinan tangan bisa bertahan lama, karena memang ada pangsa pasar tersendiri dalam setiap produk handmade. Tidak usah takut tidak laku atau susah jualan hanya karena produk kita tidak kekinian. Dan, kunci nya cuma satu, kita harus sering berimprovisasi dengan karya kita. Jangan takut untuk berubah dan berkembang.

gendies.com: Dengan beberapa kawan, saya dengar Anda mempelopori berdirinya komunitas Crafter Gresik. Apa yang melatarbelakangi berdirinya komunitas ini? Dan apa misi yang diemban?

Mb Dwik: Gresik Crafter (GC) ini berdiri pada bulan Juni 2015. Saat saya pindah ke Gresik mengikuti suami (saya berasal dari Sidoarjo), saya berjumpa dengan beberapa teman yang memiliki hobi sama. Dengan aktivitas yang luar biasa, teman-teman saya ini masih menyempatkan diri untuk ngecraft dan mampu menghasilkan uang dari hobi tersebut. Akhirnya saya mendirikan Gresik Crafter ini, yang awal tujuannya hanya untuk sekedar sharring produk, curhatan sesama pengrajin dan hanya sekedar ketemu, lama kelamaan GC memiliki visi misi sendiri. Di awal tahun 2016 ini, Gresik Crafter lebih terkonsep dan memiliki tujuan kedepannya.

Visi GC: Sebagai wadah interaksi antar sesama pelaku industri kreatif lokal, terutama crafter perempuan yang berdomisili di kota Gresik.

Misi: Mengembangkan potensi anggota dan menginspirasi serta mengedukasi masyarakat umum.

gendies.com: Sudah berapa banyak anggota Crafter Gresik saat ini?

Mb Dwik: Sekitar 60 anggota dan masih akan bertambah lagi.

gendies.com: Bagaiman cara bergabung dengan komunitas ini?

Mb Dwik: Syaratnya cuma 3; Perempuan, Domisili Gresik, dan Crafter ( pemula atau mahir)

gendies.com: Apakah Crafter Gresik juga mengedukasi warga gresik dengan kerajinan tangan yang diproduksi oleh para pengrajin yang menjadi anggota komunitas?

Mb Dwik: Iya, tiap bulan kita ada workshop craft dengan tema yang beragam dan bermacam-macam. Pemateri yang kita datangkan biasanya dari anggota GC dan crafter luar kota Gresik.

gendies.com: Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh komunitas ini?

Mb Dwik: Workshop Reguler, Gathering dan Bazar Komunitas.

gendies.com: Dalam merintis sebuah usaha, khususnya usaha kerajinan, menurut mb, hal apa yang paling penting yang harus diperhatikan seorang pengrajin agar produk dan usahanya terus laku dan berkembang?

Mb Dwik: Selalu berinovasi dan berimprovisasi dengan karya kita. Untuk pemasaran produk tentu 2 hal ini tidak dapat dipisahkan, Offline dan Online. Offline dalam artian memiliki toko atau galeri sendiri dan juga mengikuti bazar di dalam dan luar kota. Ketika kita sebagai produsen tentu akan lebih afdhol jika langsung bertemu dengan konsumen kita, sehingga keinginan konsumen yang beragam bisa kita wujudkan. Dan juga pemasaran Online saat ini lebih marak dengan hadirnya banyak sekali media sosial yang mendukung kita untuk berjualan dengan pangsa pasar yang lebih luas lagi. Misalnya Website, Blog, Instagram, Twitter dan Fanpage. Gunakan beberapa medsos tersebut untuk mempromosikan produk kita, Upload karya kita dengan foto yang menarik dan jelas, serta berilah keterangan tambahan supaya para calon konsumen kita lebih tertarik dengan produk yang kita hasilkan.

gendies.com: Memulai usaha bukanlah hal yang sepele, kiat apa yang mb Dwik sarankan untuk para perempuan lain di luar sana yang juga ingin memulai usaha namun masih ragu atau takut?

Mb Dwik: Hilangkan keraguan dan ketakutan. Mempercayai kemampuan diri sendiri.

gendies.com: Terakhir, apa harapan mb Dwik sebagai salah seorang pengusaha perempuan di Indonesia pada umumnya; dan di Gresik khususnya?

inspirasi usaha
Dwik Indhayani: Produknya terjual hingga Inggris dan Belanda

Mb Dwik: Untuk saat ini terdapat banyak sekali pengusaha perempuan dengan banyak bidang keahlian, termasuk juga Crafter. Mereka adalah perempuan yang hebat. Dengan karya-karya mereka saya termasuk yang terinspirasi. Harapan saya, dengan produk-produk handmade craft yang sudah saya hasilkan selama ini, semoga sedikit banyak dapat menginspirasi perempuan-perempuan lain di luar sana.

Baca juga: Memiliki Banyak Anak, Ribet-Ribet Heppy, Benarkah?