Wednesday, December 13, 2017

Butuh Inspirasi? Ini 11 Kisah Inspiratif dari 11 Wanita Sukses Indonesia!

11 Kisah Inspiratif dari 11 Wanita Sukses Ini Mungkin bisa jadi Inspirasi Anda!

Menjadi sebuah inspirasi bisa menjadi jalan paling mudah untuk mengajak orang pada kebaikan. Dan melakukan sesuatu hal yang inspiratif bisa menjadi jalan yang paling mudah untuk berbuat kebaikan. Ada banyak orang sukses di luar sana, tapi tak semua orang sukses bisa membawa kebaikan bagi banyak orang.

inspirasi
sumber: motivasiindonesia.com

Nah, wanita-wanita sukses berikut mungkin bisa menjadi inspirasi dan membawa kebaikan untuk Anda. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan sukses dalam bidang yang berbeda-beda pula. Satu lagi, mereka semua asli Indonesia loh!

1. Anne Ahira

Anda yang berkecimpung dalam dunia online pasti sudah tidak asing dengan nama ini. Pendiri sekolah internet marketing Indonesia, Asian Brain  ini adalah salah satu tokoh panutan dunia online Indonesia. Berasal dari Bandung dan besar dalam keluarga yang kurang mampu. Anne Ahira tak pernah patah arang untuk mengejar masa depan yang lebih baik. Meski harus membantu orang tuanya berjualan pisang goreng di sekolah, ia tak pernah takut bermimpi tinggi.

Hingga suatu saat, ia memutuskan untuk belajar internet marketing secara otodidak. Mungkin kecerdasan dan ketekunannya membuat semesta luluh. Setelah beberapa saat, ia akhirnya membuat sebuah modul pembelajaran internet marketing yang merupakan cikal bakal sekolah internet marketing yang kini memiliki ribuan anggota di seluruh Indonesia; AsianBrain.

2. Diajeng Lestari

Pendiri e-commerce pertama di Indonesia ini adalah alumni FISIP UI. Bekerja keras dan harus memulai semuanya sendirian, Diajeng Lestari tak pernah putus asa dalam menghadapi setiap kendala dan hambatan di awal berdirinya hijup.com. Ketidakpercayaan para supplier dan tenant terhadap e-commerce yang baru satu-satunya saat itu ia rubah dengan keberhasilannya menjadikan hijup.com menjadi salah satu e-commerce pakaian muslim terbesar di Indonesia. Kini ada lebih dari 120 brand desainer lokal yang bergabung di hijup.com. Nampaknya, mimpinya sebagai agen pembawa perubahan saat mahasiswa dulu terwujud ya!

3. Susi Pujiastuti

Menjadi salah satu menteri fenomenal tak lantas membuat Susi Pujiastuti menjadi tinggi hati dan gengsi menunjukkan pada publik tentang dirinya. Apa adanya dan terkesan cuek, menteri yang satu ini menjadi salah satu wanita yang berpengaruh di Indonesia.

Meski hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMA, Susi Pujiastuti telah berhasil membangun bisnis pengolahan ikan yang produknya tersohor di Asia dan Amerika. Tak hanya sampai di situ, Susi juga telah membangun bisnis penerbangannya, Susi Air, dan telah memiliki 50 pesawat berbagai jenis. Namun dari semua keberhasilan itu, Susi Pujiastuti menunjukkan keprofesionalitasnnya ketika diminta menjadi Menteri Kelautan RI. Sejak saat itu, dia menanggalkan semua jabatan bisnisnya dan berkomitmen untuk fokus terhadap perbaikan negeri ini.

4. Septi Peni Wulandari

Wanita yang satu ini adalah pendiri lembaga pendidikan Ibu Profesional (IP). Ibu dengan 3 orang anak hebat yang mengenyam pendidikan secara homeschooling ini telah mendapatkan berbagai macam penghargaan atas aktivitas sosialnya di masyarakat; khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.

Dalam lembaga yang ia dirikan, Ibu hebat ini mencoba meningkatkan kualitas dan kapasitas para ibu agar menjadi para ibu profesional dengan ilmu yang mumpuni dalam mengelola rumah tangga dan mendidik anak. Selain itu, lembaga yang ia dirikan ini juga ingin membuat sebuah perubahan sudut pandang bagi para ibu dalam melihat dirinya dan keluarganya; tentunya untuk mencetak generasi masa depan yang lebih baik.

Selain menjadi pendiri Ibu Profesional yang langsung menangani pendidikan ketiga anaknya secara langsung (homeschooling), wanita sukses ini juga merupakan penemu metode belajar Jaritmatika dan Abaca-baca yang terkenal itu.

5. Nan T. Achnas

Anda pernah menonton film The Photograph? Film yang dibintangi oleh Shanty dan Lukman Sardi ini masuk dalam program Fokus Festival Sinema Prancis (2014). Atau mungkin film Pasir Berbisik, Bendera, atau Pesantren: 3 Doa 3 Cinta yang mendapatkan penghargaan sebagai film favorit penonton di FICA Vesoul. Tau kah Anda bahwa di belakang film-film keren tersebut ada sebuah nama salah satu wanita Indonesia yang sukses di dunia perfilman tanah air, bahkan mancanegara: Nan Triveni Achnas.

Nan T. Achnas adalah lulusan Institut Kesenian Jakarta yang pada tahun ini akan menjadi salah satu juri di Festival Internasional Sinema Asia (FICA) bersama sutradara-sutradara lainnya dari berbagai negara.

6. Martha Tilaar

Bertahun-tahun yang lalu, berawal dari sebuah garasi rumah yang disulap menjadi sebuah salon sederhana dengan nama “Martha” Martha Tilaar mulai memproduksi produk-produk kecantikan untuk dipasarkan langsung ke kampus-kampus dan ibu-ibu yang mengikuti suaminya bertugas. Saat hendak menyewa tempat untuk salonnya di mal-mal di Jakarta, ia sempat ditolak karena produk dan mereknya yang belum terkenal. Namun dengan kegigihan perjuangannya, akhirnya cabang demi cabang produk Sari Ayu miliknya berdiri di berbagai kota hingga saat ini. Bahkan kini, Martha Tilaar memiliki sebuah yayasan kecantikan bernama Yayasan Martha Tilaar yang memberikan pendidikan tentang kecantikan kepada para wanita Indonesia. Sebuah keberhasilan memang selalu membutuhkan kerja keras dan perjuangan bukan?

7. Butet Manurung

inspirasi
sumber: beproudofindonesia.com

Lahir pada tanggal 21 Februari 1972, wanita bernama asli Saung Marlinang Manurung ini adalah lulusan Universitas Padjadjaran dari dua jurusan; yakni Sastra Indonesia dan Antropologi. Keprihatinannya terhadap orang rimba yang seringkali tertipu akibat ketidakmampuan mereka dalam membaca dan menulis menjadi awal mula pengabdiannya dalam mengajarkan baca tulis bagi suku anak dalam Jambi sejak 1999. Meski pada awalnya niat baiknya ditolak mentah-mentah oleh masyarakat lokal, dengan kegigihannya dan kesabarannya akhirnya ia berhasil membuat para orang rimba ini bisa membaca dan menulis.

Sekolah Rimba yang ia bangun memiliki sebuah sistem pendidikan yang tak biasa. Tak ada kelas berdinding atau beratap. Pengajaran dilakukan dengan menyesuaikan keadaan masyarakat di sana. Tentunya bukan hal yang mudah. Namun niat tulusnya tersebut terbukti membuat anak-anak rimba itu kini sudah tak lagi bisa ditipu.

Karena keberhasilan dan pengabdiannya tersebut Butet menerima berbagai macam penghargaan, bahkan ia masuk menjadi salah satu wanita berpengaruh versi majalah Globe Asia periode Oktober 2007. Sebuah pencapaian yang tak semua orang bisa meraihnya.

8. Rini Sugianto

Dunia digital seringkali diidentikan dengan kaum pria, namun tidak dengan wanita yang satu ini. Lulusan pasca sarjana di Academy of Arts San Fransisco California ini telah ikut dalam menelurkan film-film animasi hebat dunia seperti “Teenage Mutant Ninja Turtles” , “The Hobbit: The Battle of The Five Armies”, “The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn”, “Iron Man 3”, “The Hunger Games: Catching Fire”, dan yang paling fenomenal “The Avenger”.

Selain menjadi animator keren di luar negeri sana, wanita kelahiran 1980 yang gemar naik gunung ini juga memiliki program pelatihan animasi online untuk para animator di Indonesia loh.

9. Najwa Shihab

Meski datang dari keluarga yang telah tersohor namanya, Najwa memulai karirnya dari Nol. Wanita yang pernah mendapat penghargaan sebagai Young Global Leader (2011) di Swiss ini memulai karirnya sebagai jurnalis di Metro TV sebagai reporter berita. Tahun demi tahun, prestasi jurnalistiknya semakin berkembang. Hampir semua tokoh politik Indonesia pernah ia wawancarai, juga beberapa tokoh politik internasional.

Meskipun kiprahnya di dunia jurnalistik tak main-main, wanita yang kini memiliki seorang anak ini juga tetap melaksanakan tugasnya sebagai ibu dengan baik.

10. Irma Suryati

Keterbatasan bukalah sebuah alasan untuk terwujudnya sebuah mimpi besar. Begitu pula dengan Irma Suryati, divonis lumpuh sejak usia 4 tahun akibat polio, Irma memulai membuat kerajinan keset dari kain sisa garmen untuk digunakan di rumah. Karena bagus dan fungsional, akhirnya keset buatannya mulai digemari oleh para tetangga hingga akhirnya merambah ke pasar.

Dengan permintaan pasar yang mulai meningkat akhirnya Irma Suryati dan suami mulai memperkerjakan beberapa karyawan untuk membantu produksi. Meski tak awalnya sangat sulit untuk mengorganisir para karyawan yang juga terdiri dari orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, kini Irma Suryati telah memiliki 2.500 pengrajin dengan 150 orang diantaranya adalah orang-orang dengan keterbatasan fisik. Tak main-main, produk kesetnya pun kini tak hanya dipasarkan di pasar lokal tapi juga telah diekspor ke beberapa negara.

11. Martini

Mimpinya menjadi guru kandas karena ia hanya mampu mengenyam pendidikan hingga SMP. Kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat membuatnya harus mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan bermodal mesin jahit tua, ia mulai membuat kerajinan anyaman yang ia jajakan sendiri dengan sepeda tua warisan ayahnya.

inspirasi
sumber: blogspot.com

Pelan namun pasti kerajinan buatannya ternyata semakin banyak yang menyukai. Ia pun mulai mengajak teman dan tetangga untuk membantunya menganyam. Waktu telah berganti dan keberuntungan mulai ia tuai dari benih kesabaran dan kerja kerasnya selama ini. Kontrak jual belinya tak lagi uang ratusan ribu tapi ratusan juta. Dengan puluhan karyawan dan ratusan pekerja di bengkel anyamannya, kini omset kerajinan anyaman Martini tak pernah kurang dari 1,2 milyar perbulan.

Mimpi dan harapan memang tak akan pernah terwujud tanpa adanya kerja keras dan keyakinan pantang menyerah. Keterbatasan hanyalah satu dari sekian banyak halangan yang akan selalu ada dalam usaha tiap manusia mengejar impiannya. Menjadi sukses dan terkenal itu mudah, tapi memberi manfaat bagi banyak orang adalah pekerjaan dan perjuangan lain yang tak begitu saja bisa diwujudkan dengan mudah. Jadi, siapkah Anda menjadi sebuah inspirasi di masa yang akan datang? Mari berkarya dengan hati! 🙂