Thursday, April 26, 2018

Kenali Tanda-Tanda Bayi Growth Spurt Berikut Solusinya!

Jangan Panik Ketika Tanda-Tanda Bayi growth Spurt ini Muncul!

Apakah Bunda pernah kelelahan menyusui karena si kecil terus minta ASI setiap jamnya? Kemudian Bunda merasa putus asa dan mengira ASI tidak cukup dan berpikir untuk memberi si kecil susu formula? Si kecil tidak mau tidur, terus menangis dan minta menyusu? Bila Bunda pernah merasakan berbagai gejala di atas, kemungkinan besar si kecil sedang mengalami percepatan pertumbuhan alias Growth Spurt.

tanda-tanda bayi growth spurt
sumber: theasianparent.com

Tentu Bunda tidak perlu merasa kuatir bila si kecil mengalami masa growth spurt karena ini merupakan hal yang sangat wajar. Umumnya Bayi mengalami percepatan pertumbuhan saat berusia 7-10 hari, 2-3 minngu, 4-6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan atau lebih, atau bahkan bisa saja terjadi di luar waktu-waktu tersebut.

Normalnya, setiap orang akan mengalami fase percepatan pertumbuhan sampai dirinya berhenti tumbuh. Maka tidak perlu heran bila kita menemukan anak kita makan lebih banyak dari biasanya karena ia sedang pesat-pesatnya tumbuh.

Fase percepatan pertumbuhan yang terjadi pada bayi biasanya dapat dikenali melalui tanda-tanda Bayi Growth Spurt berikut ini:

1. Menyusu lebih sering dan lebih lama daripada biasanya

Misalnya, bila biasanya si kecil minta menyusu setiap 3 jam pada Bunda dengan lama waktu menyusu 15 menit, pada saat growth spurt si kecil akan minta menyusu setiap 1 jam dengan lama menyusu sampai setengah jam atau lebih. Bahkan, tidak jarang pula si kecil masih akan tetap menangis setelah itu dan kembali meminta susu. Agar tidak kewalahan, Bunda harus tetap mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi lengkap serta mengonsumsi banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi.

Yang perlu diingat di sini adalah godaan untuk memberikan susu formula karena merasa ASI tidak cukup. Ingat Bunda, ASI diciptakan untuk memenuhi asupan gizi si kecil. Ia akan selalu cukup untuk bayi karena semakin sering disusukan, maka produksi ASI akan semakin bertambah.

2. Sering terbangun dan pola tidur berkurang

Saat mengalami growth spurt, bayi akan sering sekali merasa lapar. Karena itu, tidak heran bila pada malam hari ia akan terus terjaga dan minta menyusu. Sebaliknya, pada siangn hari ia akan terus tertidur. Hal ini terjadi karena si bayi sedang memaksimalkan proses tumbuh kembangnya. Bila hal ini terjadi, tentu Bunda harus dapat menyesuaikan diri dengan pola tidur si kecil agar Bunda juga dapat tetap bersitirahat. Bunda dapat tidur di siang hari dan terus menyusui si kecil di malam hari.

Nah, tentu Bunda tak perlu lagi merasa galau bila si kecil merasa terus haus bukan?