Tuesday , August 14 2018
Home / Ibu dan Anak / Perkembangan Anak / Perlukah Stroller atau Kereta Dorong untuk Buah Hati Anda?

Perlukah Stroller atau Kereta Dorong untuk Buah Hati Anda?

Kereta Dorong untuk Anak, Perlukah?

Ibu-ibu muda jaman sekarang boleh dibilang sangat beruntung karena hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan mengurus bayi atau balita telah banyak dipermudah seiring makin berkembangnya ragam fasilitas untuk ibu dan anak. Salah satunya adalah kereta dorong bayiatau stroller untuk bayi dan balita. Sekitar 200 tahun yang lalu, stroller hanya digunakan oleh kalangan bangsawan Eropa sebagai simbol status sosial. Bentuknya juga tidak semenarik stroller yang ngetrend saat ini. Tahun-tahun berikutnya, karya arsitek Inggris William Kent ini kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan orang tua. Bahkan sekarang anda akan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk sekadar memilih stroller yang pas di toko perlengkapan bayi atau toko online.

sumber: amazon.com
sumber: amazon.com

Eitts, tunggu dulu, ada yang perlu anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli stroller. Harga? Pastinya anda akan memilih kereta dorong yang harganya sesuai dengan budget, kan? Selain itu, anda sebaiknya mempertimbangkan apakah ruang dalam rumah anda cukup untuk mobilisasi dan menyimpan stroller ini. Dan yang paling penting adalah apakah anda dan buah hati benar-benar membutuhkan stroller?

 

Benarkah kereta dorong memudahkan para Ibu?

Stroller memang diciptakan untuk memudahkan ibu membawa bayinya bepergian, terutama yang memiliki lebih dari satu bayi atau balita, sehingga ibu tak perlu khawatir akan kelelahan menggendong sang buah hati, begitupun dengan si bayi yang akan merasa nyaman layaknya di tempat tidur. Beberapa stroller pun didesain untuk bisa dilipat, mudah dibawa, disulap menjadi kursi makan, serta memiliki kantung atau bagian khusus yang berfungsi sebagai tempat menyimpan perlengkapan bayi, barang belanjaan ibu, bahkan ada pula stroller  atau kereta dorong bayi lipat yang dirancang menyerupai skateboard dan sepeda agar orang tua bisa sekaligus berolahraga sambil mengajak bayinya berkeliling.

sumber: mbeans.com
sumber: mbeans.com

Namun alangkah baiknya anda tidak terlampau terbuai dengan ‘kenikmatan’ tersebut. Kebiasaan membawa buah hati dalam stroller kemana-mana bisa jadi akan membuat bayi atau balita anda enggan bergerak dan bersosialisasi. Berada terlalu lama di dalam kereta dorongnya, anak tidak memiliki banyak kesempatan untuk bebas bergerak, berlarian, dan mengeksplor dunia di sekelilingnya. Beberapa ibu mungkin merasa kerepotan mengawasi buah hatinya yang cukup aktif, tetapi dari sanalah balita belajar mengenal apa-apa yang ada di sekitarnya. Sama halnya dengan penggunaan botol susu, terbiasa dengan kenyamanan stroller, bayi atau balita cenderung merasa berat hati meninggalkan kereta dorongnya ketika tiba saatnya ia sudah tak lagi pantas atau muat di dalamnya.

Tanpa kereta dorong, ibu memang sedikit terbebani dengan letihnya menggendong dan mengawasi buah hati. Namun kedekatan atau kontak fisik itu sangat diperlukan bayi atau balita anda sepanjang waktu, sekalipun dalam perjalanan atau aktifitas belanja. Dan secara tidak langsung, anda sekaligus mengenalkan rasa lelah pada buah hati, bukan hanya memanjakannya dengan kenyamanan.

About admin

Situs Informasi Wanita Indonesia

Check Also

Latihan Fisik Usia Dini: Apa Manfaatnya untuk Anak?

Perlukah Latihan Fisik Usia Dini untuk Anak Anda? Anak yang sehat adalah dambaan setiap ibu. …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.