Tuesday , August 14 2018
Home / Ibu dan Anak / Perkembangan Anak / Latihan Fisik Usia Dini: Apa Manfaatnya untuk Anak?

Latihan Fisik Usia Dini: Apa Manfaatnya untuk Anak?

Perlukah Latihan Fisik Usia Dini untuk Anak Anda?

Anak yang sehat adalah dambaan setiap ibu. Kesehatan tak cuma diperoleh dari asupan bergizi, tapi juga latihan fisik usia dini yang berguna untuk fisik motorik anak usia dini. Ngomong-ngomong, umur berapa ya si kecil bisa diajak berolahraga?

sumber: inilah.com

Ketika anak anda mampu bergerak, berjalan, dan berlari dengan benar, atau sekitar usia 1,5 hingga 2 tahun, anda sudah bisa mengenalkannya pada kegiatan latihan fisik. Bahkan sebetulnya, menurut situs parenting Indonesia, anjuran untuk membiasakan anak berolahraga sejak bayi termuat dalam panduan olahraga untuk anak-anak yang diterbitkan di Inggris Juli 2011. Sesederhana apapun aktifitasnya, anak harus bergerak selama 3 jam sehari.

Untuk usia batita, kegiatan olah fisik usia dini bisa dimulai dengan aktifitas yang ringan dan menyenangkan seperti berlari-lari kecil, melompat-lompat, bermain air, mendorong ayunan, atau mengejar mainan.

Latihan Fisik Anak Usia Dini saat Usia 3 Tahun

Menginjak usia 3 tahun, anda bisa mengajak anak untuk mengikuti peraturan olahraga sederhana, seperti maju, mundur, belok kanan, belok kiri, menangkap atau menendang bola, memanjat, dan berenang. Namun anda tidak perlu mendaftarkan anak dalam klub cabang olahraga tertentu karena umumnya di usia ini anak belum siap melakukan aktifitas yang padat dan berkompetisi.

sumber: sidomi.com
sumber: sidomi.com

Saat usia 4-5 tahun, ketrampilan anak semakin bertambah. Nah, sekarang anda bisa mengenalkan olahraga yang lebih kompleks untuk melatih keseimbangan, kekuatan kaki, koordinasi mata dan tangan, fleksibilitas, dan kebugaran jantungnya, seperti sepak bola, baseball, bulu tangkis, bersepeda, atau senam. Pada tahap usia ini, anda bahkan bisa melatih kedisiplinan anak dengan menjadwalkan olahraga tertentu secara teratur, meski tidak dalam porsi yang banyak, misalnya setiap Minggu pagi. Tetapi ini tidak berarti anda memaksa anak agar melakukan detil olahraga tersebut secara tepat dan benar. Cukup ajak anak berpartisipasi menggerakkan tubuhnya.

Lepas usia 5 tahun, anda boleh mengenalkan beberapa klub olahraga pada anak dan biarkan ia memilih jenis olahraga yang disukainya. Disini kepercayaan dirinya akan terasah, dan ia sekaligus belajar berkompetisi. Tak perlu gusar ketika anak mulai bosan melakukan rutinitas yang dipilihnya tersebut. Anda bisa membantunya menentukan olah fisik yang sesuai dengan kemampuannya.

About admin

Situs Informasi Wanita Indonesia

Check Also

Perlukah Stroller atau Kereta Dorong untuk Buah Hati Anda?

Kereta Dorong untuk Anak, Perlukah? Ibu-ibu muda jaman sekarang boleh dibilang sangat beruntung karena hampir …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.