Wednesday, December 13, 2017

Ingin si Kecil Mandiri sejak Dini? Ini Resepnya!

Mendidik Anak Mendiri sejak Dini

Ingin si kecil mandiri sejak dini? Tak perlu menunggu buah hati Anda duduk di bangku sekolah dasar untuk mengajarkan kemandirian. Bahkan sejak usianya masih batita, si kecil sudah harus dibantu untuk tidak selalu bergantung pada orang tua. Bagaimana caranya?

anak mandiri
sumber: msn.com

1. Makan sendiri

Sesekali biarkan anak menghabiskan makanannya sendiri meskipun berantakan. Anda mesti sabar dan rela membersihkan demi memupuk rasa percaya diri dan kemandirian anak. Cukup beri contoh dan arahan agar si kecil tahu bagaimana cara memegang sendok dan memasukkan makanan ke mulutnya. Beri pujian setiap kali ia berhasil melahap makanannya.

2. Tidur sendiri

Meskipun belum memiliki kamarnya sendiri, si kecil perlu dilatih agar bisa dan berani tidur sendiri tanpa ditemani orang tua, kakak, atau pengasuh. Biarkan anak membawa barang-barang kesayangannya (asal tidak kotor) seperti boneka, buku, atau mainan. Bila di dalam kamar ada televisi atau pemutar musik, Anda tak perlu melarang anak menyalakannya. Ajari si kecil berdoa, menata letak bantal atau selimut, dan katakan bahwa Anda akan sewaktu-waktu menengok untuk melihatnya sudah tidur atau belum.

3. Hargai pilihan anak

Di usia balita, anak suka melakukan apa-apa sesuai keinginannya sendiri. Anda bisa membimbingnya untuk memutuskan pilihannya sendiri dengan memberi alternatif. Misalnya memilih menu makan, pakaian atau sepatu yang akan dipakai, acara televisi, mainan, dan lain-lain. Untuk hal-hal yang

sekiranya membahayakan anak, Anda bisa memberikan alasan (yang tepat dan jujur) mengapa ia tidak bisa memilihnya, lalu ajukan alternatif yang lebih sesuai. Dengan begitu anak akan merasa senang karena diberi kesempatan.

4. Antar jemput sekolah

Ketika Anda memutuskan untuk menyekolahkan anak di TK atau Kelompok Bermain,yakinkan bahwa Anda akan rela dan siap meninggalkannya di sekolah. Kecemasan Anda mudah terbaca oleh anak, dan itu bisa menghambat keberhasilannya selama menjalani proses belajar. Bila meninggalkan anak di hari pertama sekolahnya tak bisa dilakukan, maka lakukan secara bertahap. Jelaskan pada anak bahwa sekolahnya bukan tempat untuk orang tua, melainkan untuknya belajar dan bermain tanpa orang tua. Berjanjilah untuk menjemputnya tepat waktu sehingga ia tak perlu menunggu terlalu lama.

5. Jadwal harian

Pada usia pra-sekolah, anak cenderung berada di bawah kontrol “ketat” orang tua. Cobalah mengajak si kecil untuk bertanggung jawab dan mengatur jadwal hariannya sendiri, misalnya kapan harus mandi, makan, tidur, membereskan mainan, atau berhenti menonton televisi. Ketika ia lupa atau menolak, tugas Anda adalah mengingatkannya, bukan memaksa. Beri pengertian mengapa ia harus berhenti bermain, seperti “Badan sama matanya sudah capek, butuh istirahat supaya nanti bisa main lagi..”

6. Bukan sekadar membiarkan

Melakukan apa-apa sendiri bukan berarti membiarkan anak tanpa pengawasan dan penjelasan. Anda tetap harus menanggapi pertanyaan dan ajakan anak berkomunikasi. Jangan pernah tidak menggubrisnya sekalipun Anda sedang repot. Bicaralah dengan santai atau lakukan kesepakatan saat Anda sibuk, misalnya meminta si kecil menunggu, sehingga rasa ingin tahunya yang besar tidak tertahan, sekaligus belajar mengerti kapan waktu yang tepat untuk ngobrol dengan Anda.

3 comments

  1. Asyik tuh tips2nya gud lak yak

  2. trima kasih ibu risky 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.