Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Endometriosis (I)

Nyeri Hebat saat Haid Tiba? Kenali Endometriosis Sejak Dini!

Tercipta menjadi seorang wanita adalah sebuah anugerah. Dengan segala keistimewaannya, wanita juga memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga dirinya. Terlebih karena wanita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki lelaki, rahim. Dengan rahim inilah, wanita menjadi lebih spesial. Jadi sebaiknya wanita menjaga dan memahami dengan baik apa saja yang mungkin terjadi pada rahimnya. Bila tidak, hal-hal yang tidak diinginkan semakin besar peluangnya untuk terjadi. Salah satunya adalah endometriosis.

endometriosis
sumber: radarpekalongan com

Nama kelainan rahim ini berasal dari kata endometrium atau dinding rahim. Dinding rahim adalah bagian yang tidak terpisahkan dari siklus menstruasi yang dialami wanita setiap bulannya. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kenali siklus yang dimaksud:

  1. Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang memicu penebalan dinding rahim atau endometrium.
  2. Endometrium bersiap menerima sel telur yang sudah dibuahi
  3. Bila tidak ada sel sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur yang menempel pada endometrium akan luruh
  4. Luruhan tersebut akan dikeluarkan tubuh melalui vagina. Inilah yang dinamakan menstruasi.

Keadaan yang menyebabkan endometriosis adalah berpindahnya sel-sel endometrium (berbentuk lapisan) dari uterus (rahim) ke anggota tubuh lainnya. Jadi, sel-sel pelapis endometrium tidak berada pada tempat yang semestinya. Inilah yang menimbulkan masalah pada sistem reproduksi wanita. Umumnya, jaringan yang dibentuk sel-sel tersebut berada pada ovarium atau tuba falopii. Ada juga kasus yang terbentuk di usus, juga berbagai bagian dari perut.

Kemampuan sel-sel ini merespon stimulasi dari hormon yang dihasilkan pada masa mensturasi tetaplah berfungsi. Maka pendarahan atau luruhnya sel-sel endometrium terjadi di luar uterus. Simpanan darah yang tidak keluar dari tubuh inilah yang menjadi cikal bakal penyakit endometriosis. Endapan luruhan yang tidak normal ini dalam jangka panjang akan terkumpul dan membentuk jaringan parut. Lalu jaringan parut ini akan mengiritasi jaringan di sekitarnya, menimbulkan nyeri saat menstruasi dan dampak lainnya yaitu bisa mencegah terjadinya kehamilan.

Penyebab

Bagaimana endometrium bisa tumbuh di luar uterus masih belum diketahui secara spesifik. Namun inilah beberapa faktor yang diketahui memiliki andil timbulnya masalah tersebut, yaitu:

  • Menstruasi refluks

Darah menstruasi mengalir kembali ke dalam tuba falopii dan bukan keluar dari tubuh

  • Hormon estrogen yang abnormal

Pada banyak kasus, penderita endometriosis adalah wanita di usia remaja hingga usia empat-puluhan. Hormon estrogen pada rentang usia ini sangan aktif, sehingga diyakini estrigen memegang peranan penting terjadinya endometriosis.

  • Hereditas

Beberapa penelitian membuktikan bahwa dengan adanya anggota keluarga inti (first degree relative) yang mengidap endometriosis, meningkatkan risiko hingga sepuluh kali lipat untuk berkembangnya endometriosis. Penelitian lain meningkatkan risiko ini hingga hampir 50%, dengan menyatakan bahwa wanita yang memiliki riwayat keluarga endometriosis memiliki risiko 59% untuk mengembangkan kondisi tersebut.

  • Berat yang tidak normal

Penelitihan juga menunjukkan adanya korelasi antara berat badan yang berlebihan dengan risiko mengidap endometriosis.

  • Siklus menstruasi yang tidak umum

Bila wanita memiliki siklus menstruasi kurang dari 28 hari atau menstruasi lebih dari seminggu dalam sebulan, akan meningkatkan risiko mengalami endometriosis.

  • Kelainan pada organ reproduksi

Dalam beberapa kasus, bentuk dari uterus, vagina, atau serviks wanita dapat menghambat aliran darah menstruasi. Hal ini dapat menyebabkan endometriosis dalam jangka panjang.

Gejala

Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan akibat endometriosis tidak selalu tampak. Inilah mengapa banyak kasus endometriosis baru diketahui setelah mengeluh kesulitan memiliki anak. Berikut adalah gejala yang umum terlihat:

  • Nyeri pada panggul
  • Dismenorrhea atau rasa sakit saat datang bulan
  • Menstruasi dengan volume yang besar secara tidak wajar
  • Timbul bercak atau bercak darah diantara masa datang bulan
  • Infertilitas
  • Kecenderungan untuk keguguran
  • Timbul rasa sakit pada saat berhubungan intim atau keluar darah setelah hubungan
  • Nyeri pada saat buang air kecil
  • Nyeri pada saat buang air besar
  • Diare
  • Konstipasi atau sulit buang air besar
  • Rasa mual
  • Rasa kembung

Rasa nyeri juga dapat timbul pada bagian tubuh dimana sel-sel endometrium tersebut tumbuh. Oleh karena itu, rasa nyeri pada perut dan rasa nyeri pada punggung bagian bawah, juga dapat mengindikasikan endometriosis. Tingkat rasa nyeri yang dialami pasien cenderung berbeda-beda; beberapa hanya merasakan nyeri yang ringan, sehingga seringkali rasa nyeri ini salah ditafsirkan sebagai rasa nyeri yang biasa dialami saat datang bulan. eberapa wanita lainnya mengalami rasa nyeri yang hebat hingga mereka tidak dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari. Sebagian besar dari gejala ini menjadi lebih jelas ketika menstruasi.

Baca juga: Ini Dia 7 Cara Hidup Sehat dalam Sehari!