Wednesday, May 23, 2018

Mengenal Growth Spurt pada Bayi

Apa itu Growth Spurt?

Bayi rewel, menyusu tanpa jeda namun selalu terlihat tampak haus dan tidak kenyang padahal payudara ibu terlihat sudah ‘kempes’ sehingga cenderung menempel pada ibu yang mengakibatkan ibu tidak bisa melakukan hal lain, ditambah lagi dengan cibiran lingkungan sekitar kalau ASI ibu kurang, wahh, lengkap sudah penyebab galaunya ibu muda yang notabene belum berpengalaman dengan perASIan yang akhirnya banyak menyerah pada cairan lain pengganti ASI atau bahkan lebih parahnya langsung diberi pisang. 🙁

growth spurt
sumber: lactivers.com

Jangan berkecil hati ibu, perilaku bayi ibu sangat lazim karena bayi ibu bisa jadi sedang mengalami fase pertumbuhan cepat yang biasa disebut dengan Growth spurt. Yang perlu diingat adalah produksi ASI ibu tidak kurang, karena prinsip produksi ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui ibu :

1. Growth Spurt itu Normal

Growth spurt adalah periode percepatan pertumbuhan (tumbuh lebih cepat dari biasanya) yang dialami bayi.

Saat itu bayi akan membutuhkan asupan kalori ASI yang lebih banyak untuk pertumbuhan atau untuk kemampuan baru, misal belajar tengkurep dll.

Baca juga: Bayi ASI Terus Rewel? Kenali Kolik Dan Solusinya!

2. Bayi mengalami growth spurt selama beberapa kali di tahun pertamanya

Tiap bayi unik dan bervariasi, bisa terjadi pada usia 7-10 hari, 2-3 minggu, 4-6 minggu, 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 9 bulan, bahkan lebih.

3. Lama growth Spurt

Lama growth spurt pada bayi antara 2-3 hari sampai seminggu atau bisa juga lebih.

4. Kenali Ciri-ciri growth spurt

Berikut ciri-ciri growth spurt pada bayi:

a. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop

b. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu.

c. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu.

d. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan letih habis bekerja keras.

5. Susui Bayi Seperti Biasa

Susui bayi seperti biasa sesuka bayi tanpa harus menjadwal. Tetap tenang dan positif thingking akan membantu lancarnya produksi ASI.

Baca juga: Ibu, Jangan Percaya Mitos Menyusui Berikut Ini! (2)

6. Jaga Asupan Makan Ibu

Jaga asupan makan dan minum ibu karena biasanya akan lebih letih dari biasanya.