Tuesday , August 14 2018
Home / Ibu dan Anak / ASI & MPASI / Menyusui Eksklusif Dapat Menjadi KB Alami, Benarkah?

Menyusui Eksklusif Dapat Menjadi KB Alami, Benarkah?

KB Alami dengan Menyusui Eksklusif

Umumnya setelah kelahiran anak pertama Ayah Bunda akan menunda kehamilan berikutnya dalam selang waktu yang diinginkan agar dapat berkonsentrasi mengurus anak pertama secara total. Berbagai alat kontrasepsi yang disarankan medis seperti IUD, kondom, implan, pil KB, dan KB suntik kerap menjadi pilihan utama dalam proses mengatur jarak kelahiran.

kb alami
sumber: daunbuah.com

Tetapi tak jarang kita jumpai pasangan yang enggan menggunakan KB alat karena berbagai efek samping yang ditimbulkan. Mereka justru memilih praktik KB alami dengan sistem kalender dan senggama terputus.

Namun tahukah Bunda bahwa menyusui ekslusif dapat menjadi salah satu bentuk KB alami? Dalam istilah medis, metode KB alami dengan menyusui disebut Metode Amenorea Laktasi (MAL). Cara kerja MAL serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur dengan efektifitas 98%. Namun, tentu metode ini hanya bisa sukses jika syarat-syarat berikut terpenuhi.

1. Memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin minimum 4 jam sekali, tanpa ada jeda.

Agar frekuensi ini terpenuhi, Bunda harus menyusui terbatas tanpa memperhatikan jadwal, yaitu biasanya enam sampai delapan kali sehari untuk dapat menekan proses ovulasi. Bunda juga harus tetap menyusui bayi di malam hari untuk menekan kesuburan karena ASI-membuat hormon-hormon yang menekan ovulasi diproduksi tertinggi pada jam 01:00-06:00.

Meskipun dalam kondisi sakit, Bunda harus tetap menyusui, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin. Tidak dianjurkan untuk memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa mengganggu proses bayi menghisap ASI. Jika bayi tidak menghisap dengan benar, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin dan bisa menurunkan efektifitas KB alami.

2. Bunda belum mendapatkan haid sejak nifas berakhir

Tetapi perlu diperhatikan bahwa belum mendapat haid kembali bukan berarti bahwa masa subur Bunda belum kembali. Terkadang siklus haid Bunda menjadi tidak teratur setelah melahirkan, apalagi dalam kondisi menyusui.

Untuk dapat memastikan hal tersebut, Bunda dapat menggunakan alat pengetes ovulasi yang dijual di apotek. Bila hasilnya positif berarti kesuburan telah kembali dan itu berarti bahwa syarat kedua tidak terpenuhi.

3. Bayi belum berusia enam bulan

Jika bayi sudah mulai MPASI, berarti syarat nomor satu sudah sulit untuk dipenuhi karena biasanya bayi tidak akan menyusu secara kerap.
Metode ber KB alami dengan MAL memerlukan disiplin dan juga kehati-hatian. Bila salah satu kriteria di atas tidak terpenuhi, maka kontrasepsi alami ini akan gagal.

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!

Check Also

tampil cantik saat menyusui

ASIP: Sukses Menyusui bagi Ibu Bekerja, Kenapa Tidak?

Tips Menyusui bagi Ibu Bekerja Sejalan dengan perkembangan kemajuan teknologi, membanjirnya tenaga wanita dalam dunia …