Wednesday, May 23, 2018

Pantangan Makanan Bagi Ibu Menyusui, Perlukah?

pantangan makanan bagi ibu menyusui
sumber: onsugar.com

Pasca persalinan Ibu menyusui kerap kali mendapatkan daftar makanan yang harus dihindari dari lingkungan keluarga. Makanan pedas, seafood, kafein, kacang-kacangan, makanan panas dan dingin, dan banyak lagi lainnya biasanya ada dalam daftar pantangan yang harus dihindari oleh Ibu menyusui. Nasehat tentang pantangan ini menyebar demikian luasnya sehingga rata-rata semua Ibu menyusui memilih untuk tidak mengonsumsi berbagai makanan tersebut karena khawatir akan berbagai akibat yang ditimbulkan.

Sejatinya, perlukah Ibu menyusui menghindari daftar panjang makanan tersebut? Ternyata jawabannya adalah relatif Bunda. Semuanya tergantung pada reaksi alergi yang ditimbulkan oleh bayi. Sejatinya semua makanan boleh dikonsumsi dalam batas kewajaran asal tidak menimbulkan reaksi alergi. Berikut ini beberapa daftar pantangan makanan bagi ibu menyusui pada umumnya dan fakta yang sebenarnya:

  1. Makanan pedas

Meskipun sering berada dalam daftar teratas makanan yang harus dihindari, ternyata belum ada penelitian kuat yang menjadi dasar tentang bahaya makanan pedas terhadap bayi. Rasa pedas dalam cabai ditimbulkan oleh senyawa capsaicin yang menimbulkan sensasi panas dan pedas di lidah yang sensitive. Meskipun senyawa capsaicin bisa saja terkandung dalam ASI bila Ibu mengonsumsi makanan pedas, ini tidak serta merta menjadikan ASI berasa pedas.

Reaksi alergi justru timbul jika senyawa capsaicin berdampak pada pencernaan sehingga mengakibatkan diare. Tetapi, tidak semua bayi mengalami hal yang sama. Untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap pedas, Bunda dapat mencoba memasukkan sedikit cabai pada makanan dan melihat reaksi bayi.

  1. Sea food

Banyak yang menjadikan seafood sebagai pantangan Ibu menyusui karena ditakutkan ASI akan berbau amis dan mengakibatkan bayi muntah. Padahal sebenarnya ikan laut memiliki kandungan omega 3 yang tinggi sehingga diperlukan bagi perkembangan otak bayi. Sebenarnya, tidak ada kaitan antara ikan laut dan rasa serta bau ASI yang amis. Bunda dapat mengonsumsi ikan laut sewajarnya bila tidak ada riwayat alergi dalam keluarga atau reaksi alergi bayi.

Namun perlu diingat agar Bunda memilih ikan yang masih segar dan memasaknya hingga matang agar bakteri parasit dalam tubuh ikan sudah benar-benar mati.

  1. Kafein

Kafein yang terkandung dalam kopi, teh, coklat, soda, dan cola dapat dikonsumsi sewajarnya maksimal sebanyak 2 cangkir/300 ml gram. Bila Bunda mengonsumsi kafein lebih dari batasan tersebut, dikuatirkan bayi akan terjaga, terus aktif, mata terbuka lebar, dan tidak mau istirahat karena kandungan kafein dalam ASI memacu jantung bayi lebih cepat.

  1. Makanan panas dan dingin

Banyak yang melarang Ibu menyusui mengonsumsi makanan panas dan dingin karena akan membuat ASI terasa panas atau menjadikan bayi pilek. Sejatinya meskipun Bunda mengonsumsi makanan panas atau dingin, suhu ASI akan tetap sama, yaitu 37-38 derajat celcius sesuai dengan suhu tubuh Ibu. Jadi makanan panas atau dingin tidak akan berpengaruh pada ASI.

Nah, Bunda tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan berbagai rambu-rambu makanan yang dibuat selama ini ya. Asal tidak ada reaksi alergi, semua boleh dikonsumsi.