Monday , December 10 2018
Home / Ibu dan Anak / Perkembangan Anak / Bunda, Yuk Mengenal Rational Use of Medicine (RUM)!

Bunda, Yuk Mengenal Rational Use of Medicine (RUM)!

Memahami tentang Rational Use of Medicine

Tak terbayangkan bagaimana sedihnya hati Bunda bial si kecil sakit bukan? Si kecil yang terus merengek dan menangis hingga tidak juga mau beristirahat membuat Bunda merasa iba dan juga kelelahan dalam waktu bersamaan.

Rational Use of Medicine (RUM)
sumber. detik.com

Umumnya, pergi ke dokter dan meminum obat resep kerap kali menjadi solusi yang dipilih saat si kecil sedang sakit agar kembali pulih dan ceria seperti sedia kala. Namun meminumkan resep dokter tanpa tahu dosis dan cara kerjanya tentu sedikit mengkhawatirkan Bunda. Bunda perlu memperhatikan tips penggunaan obat secara rasional atau Rational Use of Medicine (RUM) berikut!

1. Sesuaikan dengan kebutuhan klinis anak

Yang dimaksud dengan kebutuhan klinis adalah kesesuaian pemberian obat dengan diagnosis penyakit dan juga usia pasien. Terdapat perbedaan besar antara obat untuk pasien anak dan juga obat untuk pasien dewasa. Karena itu, Bunda harus mendapat kepastian mengenai informasi obat tersebut dalam label yang ada di kotak obat. Jangan asal memberikan obat untuk dewasa kepada si kecil karena hal ini tentu berbahaya.

2. Sesuaikan dosis dan jangka waktu mengonsumsi obat

Saat berkonsultasi dengan dokter, usahakan Bunda mendapatkan penjelasan terperinci dari dokter mengenai dosis obat yang tepat untuk si kecil. Usahakan untuk mendapatkan resep dengan dosis rendah untuk penyakit ringan. Karena bila anak sudah mendapatkan obat dengan dosis tinggi, ia akan cenderung resisten dengan obat berdosis rendah. Biasanya pada pasien anak, dosis akan ditentukan berdasarkan berat badan.

Sedangkan jangka waktu pemberian obat biasanya disesuaikan dengan efek terapi yang diinginkan. Misalnya, untuk konsumsi Zinc adalah sampai 10 hari. Interval pemberian obat juga perlu menjadi perhatian. Biasanya, keterangan tentang interval pemberian obat tercantum di kemasan obat.

3. Pertimbangkan biaya pembelian obat

Dalam hal pembelian obat, Bunda tidak perlu malu membeli obat berbiaya murah seperti obat generik. Meskipun murah, obat generik cenderung aman dikonsumsi dan biasanya tidak berdosis tinggi.

4. Hindari penggunaan antibiotik bila tidak perlu

Fakta menyebutkan bahwa sebanyak 30-60% pasien mendapatkan resep antibiotik, padahal hanya 10-20% saja yang membutuhkan. Ingat, antibiotik hanya dibutuhkan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Jadi bila si kecil terserang diare yang disebabkan oleh rotavirus yang marak pada musim hujan, Bunda tidak perlu meminta resep antibiotik pada dokter.

5. Dahulukan langkah-langkah terapi untuk penyakit ringan

Konsumsi obat yang berlebihan dan dengan dosis yang kurang tepat cenderung membuat seseorang menjadi resisten terhadap obat dan mengurangi daya tahan tubuh alamiahnya. Karena itu, untuk berbagai penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri seperti influenza dan diare karena virus, akan lebih baik bila Bunda mendahulukan terapi.

Terapi untuk influenza dapat dilakukan dengan berjemur di bawah matahari, minum air hangat dan banyak cairan dan banyak beristirahat. Sedangkan terapi diare adalah dengan minum oralit agar tidak dehidrasi, Zinc, dan larutan probiotik.

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!

Check Also

Perlukah Stroller atau Kereta Dorong untuk Buah Hati Anda?

Kereta Dorong untuk Anak, Perlukah? Ibu-ibu muda jaman sekarang boleh dibilang sangat beruntung karena hampir …