Thursday , October 18 2018
Home / Gaya Hidup / Kesehatan / Sedotan: Kesehatan VS Pelestarian Lingkungan

Sedotan: Kesehatan VS Pelestarian Lingkungan

Ramah Lingkungan dengan Sedotan

Tahukah anda bahwa sedotan minuman tertua ditemukan di makam bangsa Sumeria bertannggalkan 3000 SM? Mengutip dari media Intisari online, sedotan modern baru ditemukan tahun 1888, dan proses pembuatan sedotan kertas dipatenkan oleh Marvin Stone. Sedotan ternyata bisa dibuat dari beragam bahan, seperti bioplastik, bambu, bahkan kaca. Dan sebuah penelitian menyebutkan, lebih dari 500 juta sedotan sekali pakai digunakan tiap hari di Amerika Serikat.

sumber: kittymani.com
sumber: kittymani.com

Penggunaan sedotan plastik dinilai tidak ramah lingkungan karena sedotan ini umumnya hanya dipakai satu kali. Beberapa pedagang minuman ‘mengakalinya’ dengan  mencuci sedotan bekas pakai  untuk disajikan lagi pada pembeli, yang jelas kita tahu sangat tidak hiegenis. Meskipun pemakaian sedotan bekas pakai ini bisa dikenali lewat kondisi sedotan yang cacat, diperlukan pula kesadaran setiap orang untuk mencegahnya dengan cara pengrusakan sedotan sebelum dibuang.

Anda boleh merusak sedotan yang telah terpakai sesuka hati: membakar, melubangi salurannya, mengikat dengan simpul mati, dan lain-lain. Kalau anda  tidak berniat membuangnya dan berpikir untuk menggunakan sedotan yang sama di lain waktu, anda bisa mencuci bersih sendiri  dan menggunting ujung sedotan. Tapi apakah anda yakin sudah terbebas dari kuman-kuman yang masih menempel di bagian dalam saluran sedotan itu?

sekedar-tahu.blogspot.com
sekedar-tahu.blogspot.com

Apakah Dampak Buruk Menggunakan Sedotan yang Sudah dipakai?

Nah, memakai sedotan yang sama (untuk diri sendiri) berulang kali jelas tidak sehat, namun membuangnya juga berarti menambah koleksi timbunan sampah plastik yang belum tentu akan terurai dalam ratusan tahun. Lalu, bagaimana? Mau tidak mau, anda harus menyimpan sedotan bekas pakai. Buat apa?

Demi kesehatan dan pelestarian lingkungan, simpan sedotan plastik bekas pakai untuk kerajinan tangan. Anda tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk mendaur ulang sedotan plastik. Dengan bantuan alat-alat rumah tangga, anda bisa menyulap sedotan plastik bekas pakai menjadi tirai, hiasan meja, alas gelas atau piring makan, tempat tissue, pigura, bahkan beraneka permainan untuk anak-anak. Lebih asyik lagi kalau daur ulang sedotan plastik bekas pakai tersebut bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ini namanya 3 in 1: sehat, berpartisipasi mengurangi pengrusakan lingkungan, plus menambah isi tabungan.

About admin

Situs Informasi Wanita Indonesia

Check Also

ke dokter gigi

Rutin Ke Dokter Gigi Mulai Sekarang Yuk!

Seberapa Penting Pergi Ke Dokter Gigi? Sudahkah Anda menjadwalkan kunjungan rutin ke dokter gigi tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.