Tuesday , August 14 2018
Home / Ibu dan Anak / ASI & MPASI / Seputar MPASI: MPASI Dini Mengapa Beresiko?

Seputar MPASI: MPASI Dini Mengapa Beresiko?

Bahaya MPASI Dini Pada Bayi

Melihat si kecil mulai memasukkan jari-jari ke mulut dan mulai tertarik pada makanan di usia 4 bulan mungkin banyak Bunda menyangka bahwa ia merasa lapar dan siap menyantap menu MPASI pertamanya. Sejatinya bolehkah MPASI diberikan sebelum usia 6 bulan bila bayi sudah terlihat begitu ingin makan?

mpasi dini
sumber: theasianparent

Perlu diketahui Bunda, WHO merekomendasikan pemberian MPASI di usia 6 bulan. Tanda-tanda mengemut jemari dan ketertarikan pada makanan memang biasa muncul di usia 2-4 bulan. Inilah yang dinamakan fase oral. Tetapi ini bukan serta-merta menunjukkan kesiapan bayi untuk menerima MPASI pertamanya.

Rekomendasi pemberian MPASI 6 bulan bukan tanpa alasan. Pemberian MPASI yang terlalu dini akan mengakibatkan berbagai resiko berikut:

  1. Rentan Penyakit.

Bayi yang diberikan MPASI dini cenderung rentan penyakit. Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum sempurna. Memberikan MPASI sebelum bayi siap sama saja dengan membuka gerbang kekebalan tubuh dan mempersilahkan aneka kuman masuk. Fakta menyebutkan bahwa bayi dengan MPASI dini cenderung lebih rentan diare, sembelit, dan demam.

  1. Produksi ASI berkurang.

Setelah mendapatkan MPASI umumnya bayi akan lebih merasa kenyang sehingga frekuensi menyusunya berkurang. Ini secara otomatis akan membuat produksi ASI ikut berkurang, padahal kebutuhan ASI bayi seharusnya masih tinggi.

  1. Pencernaan belum sempurna.

Pencernaan bayi baru dapat dibilang sempurna setelah ia berusia 6 bulan. Beberapa enzim pemecah protein seperti pepsin, lipase, asam lambung, dan amilase baru akan diproduksi secara baik saat ia telah berusia 6 bulan.

  1. Rentan alergi.

MPASI dini akan cenderung meningkatkan resiko alergi. Ini terjadi karena sel-sel di sekitar usus belum siap mencerna kandungan dari makanan sehingga dapat memicu terjadinya reaksi imun yang menimbulkan alergi.

  1. Rentan obesitas.

Meskipun si kecil terus rewel karena terlihat lapar, jangan pernah sekalipun berpikir untuk memberikan MPASI dini Bunda. MPASI dini ditengarai dapat meningkatkan resiko obesitas. Ini terjadi karena sistem pencernaan si kecil yang belum siap sudah dipaksa untuk mencerna makanan dengan tekstur yang lebih kental sehingga tidak dapat memecahkan sari makanan dengan sempurna. Pada contoh beberapa kasus ekstrim, dokter sampai perlu melakukan tindakan operasi, pemotongan usus karena luka dan lain-lain karena pemberian MPASI yang terlalu dini.

Nah, meskipun banyak pihak seperti keluarga dekat yang menyarankan MPASI dini, Bunda harus terus yakin bahwa ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk bayi sampai ia berusia 6 bulan. Salam ASI Bunda!

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!

Check Also

agar asip awet

Ingin Menghasilkan ASI Perah Berlimpah? Berikut Tipsnya!

Tips Asi Perah Berlimpah untuk Ibu Menemani bayi tersayang pada masa cuti sehabis melahirkan merupakan …