Saturday , September 22 2018
Home / Ibu dan Anak / Ibu Hamil / Seputar Tandem Nursing I: Menyusui saat Hamil, Mungkinkah?

Seputar Tandem Nursing I: Menyusui saat Hamil, Mungkinkah?

Tips Menyusui saat Hamil

Memang idealnya kelahiran antara anak yang satu dengan yang lain berjarak selama beberapa tahun, paling tidak minimal dua tahun. Hal ini bertujuan agar setiap anak mendapatkan hak asupan ASI selama dua tahun penuh yang akan sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan tumbuh kembangnya nanti. Tetapi tidak jarang, Bunda dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya kembali hamil saat masih berada dalam fase menyusui.

menyusui saat hamil
sumber: wordpress.com

Mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa menyusui saat hamil ataupun melakukan tandem nursing tidak boleh dilakukan. Tanpa ada penelitian mendalam, banyak yang begitu saja percaya bahwa ASI ibu hamil sudah tidak mengandung gizi baik karena diserap oleh janin yang sedang tumbuh. Bahkan, adapula yang mengatakan bahwa ASI ibu hamil beracun dan bisa membuat si kakak idiot. Benarkah demikian?

Tentu saja tidak benar. Ibu yang hamil boleh tetap menyusui dan bahkan sangat dianjurkan untuk tetap menyusui dengan berbagai alasan berikut:

1. Meskipun jarak kelahiran terlalu rapat, ibu sebaiknya tidak mengurangi kebutuhan ASI kedua bayi dengan menyapih salah satunya. Sudah banyak fakta yang menyatakan bahwa tandem nursing tetap mungkin dilakukan bila ibu mau berusaha keras untuk menjamin asupan ASI bagi kedua bayi.

2. Tandem Nursing memungkinkan si kakak dan adik berbagi dan cukup efektif untuk mencegah kecemburuan akibat lahirnya si adik.

3. Tandem Nursing memungkinkan transisi kelahiran si adik menjadi lancar tanpa membuat si kakak merasa bahwa kasih sayang ibu berubah.

Pertanyaan berikutnya yang sering diajukan adalah apakah hal tersebut membahayakan janin? Tentu tidak.

Tubuh Bunda akan secara otomatis memprioritaskan asupan gizi bagi janin, baru kemudian sisanya akan digunakan untuk memproduksi ASI. Memang ketika memasuki kehamilan trimester kedua, ada kemungkinan terjadi penurunan produksi ASI. Hal ini wajar karena ASI matang dalam payudara bertahap berubah menjadi kolostrum. Bunda dapat tetap menyusui jika si kakak masih mau. Karena ada kalanya perubahan ini membuat si kakak tidak mau lagi menyusu.

Mitos yang menyebutkan bahwa kalau tetap menyusui si kakak, maka si adik tidak akan mendapatkan kolostrum karena sudah dihabiskan oleh si kakak tentu tidak benar. Si adik akan tetap medapatkan kolostrum yang nanti diperlukannya setelah dia lahir. ASI yang keluar saat hamil komposisinya berbeda dengan kolostrum. Kolostrum yang sebenarnya akan keluar segera setelah si adik lahir. Sangat dianjurkan agar Bunda dan si adik menjalani proses IMD (Inisasi Menyusu Dini) yang benar untuk menunjang sukses menyusui kedua bayi. Nah, Bunda tidak perlu lagi merasa galau dengan kehadiran anak kedua yang terlalu rapat ya. Dua-duanya bisa mendapatkan yang terbaik bila Bunda terus berusaha.

About Ana Zahida

Seorang perdana menteri rumah tangga yang lumayan hobi menulis, bekerja sampingan sebagai pengajar dan juga penerjemah paruh waktu, percaya bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kehidupan dan alam raya untuk terus dipelajari dan jelajahi tiap relungnya. The universe is the best place to learn!

Check Also

makanan sehat untuk ibu hamil

Anda Sedang Hamil? Ini Dia 6 Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil!

Jika Sedang Hamil, Makanan Sehat untuk Ibu Hamil berikut Bisa Anda Konsumsi! Untuk anda yang …