Wednesday, December 13, 2017

Seputar Tandem Nursing (2): 4 Hal Penting Untuk Menyusui Saat Hamil

Hal Penting ketika Anda Menyusui saat Hamil

Dalam artikel Seputar Tandem Nursing I telah dijelaskan berbagai alasan yang memperbolehkan ibu hamil untuk menyusui bayinya dari segi kesehatan berikut mitos-mitos larangan bagi ibu hamil untuk menyusui yang beredar di masyarakat. Memang sejatinya, tandem nursing dan menyusui pada saat hamil dapat dilakukan oleh Bunda. Hanya saja, terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi oleh Bunda untuk dapat melakukan tandem nursing agar tidak ada hal-hal yang membahayakan bagi janin, ibu, maupun si kakak. Berikut adalah beberapa persyaratan penting yang harus diperhatikan oleh Bunda bila ingin menyusui di saat hamil.

menyusui saat hamil
sumber: blogspot.com

1. Tidak pernah mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan pendarahan apalagi bila sampai harus bed rest

Keguguran, kelahiran prematur, dan pendarahan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, salah satunya adalah kondisi rahim yang lemah. Bila Bunda mengalami hal tersebut biasanya dokter tidak akan menyarankan Bunda untuk terus menyusui karena mengkuatirkan kondisi janin. Menyusui dapat menyebabkan kontraksi yang tidak dapat ditolerir oleh kondisi rahim yang lemah. Karena itu, bila terus merasakan kontraksi yang intens saat menyusui, terutama pada trimester pertama, Bunda disarankan untuk berhenti menyusui dan segera menghubungi bidan atau dokter.

2. Kondisi janin harus selalu dalam keadaan sehat

Hal ini dapat dilakukan dengan terus memantau perkembangan janin melalui USG dan juga dengan mengonsumsi suplemen ibu hamil. Bunda dianjurkan untuk terus berkonsultasi dengan bidan atau dokter pro Asi bila ingin melanjutkan program menyusui saat hamil.

3. Perhatikan dengan seksama asupan harian Bunda

Menyusui saat hamil tentu saja akan menguras energi dan kondisi fisik Bunda. Karena itu, sangat disarankan agar Bunda selalu mengonsumsi makanan bergizi, minum banyak air putih, serta beristirahat dengan cukup.

4. Jika si kakak sudah memasuki masa MPASI, maksimalkan peran MPASI-nya

Berikan makanan yang bergizi dan bervariasi, perbanyak asupan cairan berupa air putih dan jus buah segar serta maksimalkan pemberian menu double protein. Tujuannya terutama adalah untuk mengantisipasi jika aliran ASI berkurang saat kehamilan ibu memasuki usia trimester kedua.

Menyusui saat hamil tentu bukan merupakan hal yang ringan untuk dilakukan mengingat Bunda harus memperhatikan aspek kesehatan si adik, si kakak, dan Bunda sendiri. Tetapi hal tersebut bukan tidak mungkin dipraktekkan bila Bunda dapat memenuhi berbagai kondisi di atas. Dukungan dari Ayah, keluarga, dan bidan atau dokter pro ASI mutlak diperlukan demi kesehatan Bunda dan buah hati. Salam ASI Bunda!