Wednesday, December 13, 2017

Sudah Baikkah Toleransi Antar Umat Beragama Anda? (I)

Memahami Toleransi Antar Umat Beragama

Pada dasarnya, tidak ada agama manapun di atas bumi ini yang mengajarkan pemeluknya untuk melakukan berbagai tindak kekerasan dan menyebarkan kebencian. Semua agama sejatinya mengandung nilai-nilai luhur kebajikan bila dipahami dan diterapkan dengan rasional, baik, dan benar.

toleransi antar umat beragama
sumber: blogspot.com

Namun sayangnya, bila kita menengok sejarah panjang peradaban manusia, akan dengan mudah kita jumpai berbagai tindakan intoleransi antar umat beragama satu dengan lainnya hingga pembunuhan dan perang atas nama agama. Sejarah mencatat bagaimana dahsyatnya dampak dari Perang Salib dalam mengubah peta kekuatan politik, ekonomi, dan sosial dunia. Tidak perlu terlalu jauh menengok sejarah, konflik berkepanjangan Israel-Palestina di jalur Gaza pun menjadi contoh kelam kekerasan dan intoleransi atas nama agama.

Beberapa Kasus Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia

Meskipun terbilang sebagai negara yang cukup moderat, Indonesia pun tidak luput dari berbagai kasus intoleransi antar umat beragama yang menimbulkan berbagai kekerasan seperti pengeboman gereja, pembubaran kegiatan ibadah, dan sebagainya. Bahkan, kekerasan ini juga sering timbul di antara sesama pemeluk agama yang berbeda aliran.

Tengok saja kasus yang menimpa jemaat Ahmadiah di berbagai pelosok Indonesia. Berbagai tindak intoleransi atas nama agama ini tentu saja menimbulkan friksi sosial yang sangat mengganggu, bahkan bisa membahayakan dan menimbulkan korban.

Dalam tulisannya yang dipublikasikan Ontario Consultants on Religious Tolerance, Bruce A. Robinson merumuskan bentuk-bentuk tindakan kekerasan atas nama agama dalam tujuh kategori.

1. Penyebaran informasi yang salah tentang kelompok kepercayaan atau praktik, meski ketakakuratan informasi tersebut bisa dengan mudah dicek dan diperbaiki.
2. Penyebaran kebencian mengenai seluruh kelompok; misalnya menyatakan atau menyiratkan bahwa semua anggota kelompok tertentu itu jahat, berperilaku imoral, melakukan tindak pidana, dan sebagainya.
3. Mengejek dan meremehkan kelompok iman tertentu untuk kepercayaan dan praktik yang mereka anut.
4. Mencoba untuk memaksa keyakinan dan praktik keagamaan kepada orang lain agar mengikuti kemauan mereka.
5. Pembatasan hak asasi manusia anggota kelompok agama yang bisa diidentifikasi.
6. Mendevaluasi agama lain sebagai tidak berharga atau jahat.
7. Menghambat kebebasan seseorang untuk mengubah agama mereka.

Berbagai bentuk tindak intoleransi atas nama agama tersebut dapat kita jumpai dengan mudah di berbagai aspek kehidupan kita. Yang paling menonjol di antaranya adalah munculnya berbagai situs media atas nama agama yang secara rutin menyebarkan agitasi atau menyampaikan fakta parsial yang menjurus pada penganjuran tindak intoleransi. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?

Bersikap rasional, mengedepankan fakta akurat, dan tidak ikut-ikutan menyebarkan berbagai berita sensitif tersebut merupakan langkah tepat yang harus selalu diterapkan. Simak ulasan tentang kerukunan antar umat beragama berikutnya dalam Sudah Cukup Baikkah Toleransi Antar Umat Beragama Anda? (II)