Friday, July 20, 2018

Sulam Alis: Memperindah atau Merusak Alis?

Anda Tertarik dengan Sulam Alis?

Sulam alis? Mungkin salah satu tren kecantikan ini juga sudah tidak asing di telinga Anda. Terlepas dari kontroversi antara boleh tidaknya teknik ini bagi sebagian orang. Banyak wanita yang tertarik menyulam alisnya agar tidak menghabiskan waktu lebih lama ketika memoles alis saat berdandan. Sejumlah wanita yang merasa memiliki bentuk alis kurang sempurna juga melakukan sulam alis untuk mempertebal dan memperindah alisnya. Dengan teknik sulam ini, alis akan diwarnai sesuai keinginan, dan warna serta ketebalannya akan bertahan selama sekitar enam bulan.

sulam alis
sumber: sehataja.com

Namun, apakah menyulam alis tidak membahayakan kulit? Ladies, meskipun beberapa ahli sulam alis mengatakan bahwa belum ada kliennya yang mengeluhkan alergi dan dampak negatif lainnya, sejumlah pakar kesehatan mengungkapkan bahwa sulam alis bisa beresiko bagi kulit.

Ini karena peralatan yang digunakan untuk sulam alis terdiri dari jarum dan bahan logam runcing yang berisi tinta. Ketika proses menyulam dilakukan, kulit alis mata atau kulit epidermis akan terasa perih seperti terbakar atau terkelupas.

Apa saja resiko yang mungkin timbul dari tren menyulam alis ini?

1. Iritasi dan infeksi

Kulit adalah organ yang cukup sensitif, nah, untuk Anda yang memang memiliki alergi dan kulit yang sensitif terhadap jarum serta bahan-bahan alami dari tumbuhan, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan sulam alis.

Jika sulam alis dilakukan oleh tenaga yang kurang profesional, Anda tidak bisa menjamin kebersihan peralatan yang dilakukan. Tinta yang seharusnya berasal dari bahan alami tumbuhan bisa saja mengandung senyawa kimia yang berbahaya bagi kulit. Karena pori-pori alis mata terbuka ketika dilakukan proses menyulam, kuman bisa dengan mudah masuk dan menimbulkan infeksi dan luka permanen.

2. Kulit epidermis rusak

Kulit epidermis (lapisan kulit bagian terluar) di lapisan atas akan sedikit terkelupas ketika alis disulam. Epidermis ini berfungsi melindungi kulit dari bakteri, kuman, infeksi, alergi, dan lain sebagainya. Nah, jika lapisan kulit terluar ini terus-menerus terkelupas, maka ia akan mudah rusak dan kehilangan fungsi aslinya.

3. Mengganggu aliran darah

Jika tidak hati-hati, jarum runcing yang digunakan untuk menyulam alis juga bisa merusak saraf alis. Ini kemudian akan menyebabkan tidak lancarnya peredaran darah di bagian wajah.

4. Menghambat pertumbuhan alami bulu alis mata

Alis mata berfungsi melindungi mata dari debu, keringat, dan bakteri. Seharusnya alis mata dibiarkan tumbuh secara alami dan dirawat dengan cara alami pula. Ketika proses sulam alis menjadi rutinitas, maka pertumbuhan bulu alis mata akan terganggu.