Monday, May 28, 2018

Tips Cantik Peduli Lingkungan: Stop Penggunaan Tissue

Tips Mengurangi Penggunaan Tissue

Kebanyakan wanita, mungkin termasuk juga Anda, selalu membawa tissue dalam tas kemanapun bepergian, untuk membersihkan tangan, noda, minyak di wajah, mengeringkan tangan, dan sebagainya. Alasannya? Tissue itu praktis, sekali pakai lalu buang. Eitts, tapi pernahkah Anda berpikir bahwa penggunaan tissue yang berlebihan merupakan penyebab kerusakan hutan? Kok bisa?

penggunaan tissue
sumber: kidsklik.com

1. Tissue berasal dari pohon

Sebenarnya banyak yang mengetahui bahwa tissue terbuat dari bahan baku kulit kayu yang kemudian dijadikan bubur kertas. Seperti yang tertulis dalam apakabardunia.com, 2 pack tissue hanya bisa dihasilkan dari 1 pohon berusia 6 tahun. Padahal, 1 pohon menghasilkan oksigen untuk 3 orang. Nah, bisa dibayangkan, jika pohon semakin berkurang, kerusakan hutan tetap berlanjut, maka seluruh manusia akan kekurangan oksigen. Aksi tanam pohon yang sering dilakukan masih kurang seimbang dengan maraknya penebangan pohon.

2. Tissue lebih boros

Untuk mengeringkan tangan, Anda cenderung menggunakan lebih dari selembar tissue (terutama tissue gulung). Coba Anda hitung berapa rupiah yang Anda habiskan untuk membeli tissue dalam seminggu atau sebulan. Padahal dengan jumlah itu, Anda bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Bahkan beberapa restoran ternama juga sudah mulai mengurangi penggunaan tissue dan menggantinya dengan hand dryer atau pengering tangan.

3. Tissue mengandung zat kimia berbahaya

Anda pernah menggunakan tissue untuk membungkus kue atau gorengan agar tangan tidak kotor? Ternyata tissue mengandung zat pemutih, klorin, merkuri, dan beberapa zat kimia lain yang bisa berpindah ke makanan dan berpotensi memicu kanker serta gangguan kesehatan lainnya.

4. Tissue sulit diuraikan di dalam tanah

Sampah tissue terus menumpuk, meskipun ada beberapa orang yang mendaur ulang tissue. Karena tissue terbuat dari bahan kayu dan bahan lainnya yang bersifat anorganik, maka sampah tissue sulit diuraikan di dalam tanah dalam waktu cepat. Maka sudah jelas bahwa tissue tidak memberi dampak positif bagi lingkungan, mulai dari proses pembuatan sampai pembuangannya.

Nah, ada baiknya sekarang Anda membiasakan mengurangi penggunaan tissue. Daripada membawa tissue, gunakan sapu tangan yang bisa dicuci dan dipakai kembali. Selain untuk lebih menjaga lingkungan, penggunaan sapu tangan juga pasti jauh lebih hemat daripada tissue.

Salam cantik cinta lingkungan!